Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2012

PENAKLUK DUNIA

- Hidup memberi kita banyak pelajaran, tergantung pada kita apakah kita mau mempelajarinya. (Anonim)
- Sukses dalam hidup tidak ditentukan oleh kartu yang baik, tapi dari cara memainkan kartu buruk dengan baik. (Joshua Dool)
- Tidak perlu menjelaskan. Teman-teman Anda tidak memerlukannya dan musuh Anda tak akan percaya. (Elbert Hubbard)
- Orang tidak bisa mengubah kebenaran, tapi kebenaran dapat mengubah orang. (Anonim)
- Ada satu cara untuk melihat masa lalu. Jangan sembunyi darinya. Dia tidak akan menangkap Anda jika Anda tidak mengulanginya. (Pearl Bailey)
- Kebahagiaan terbesar dalam hidup ini adalah mengerjakan sesuatu yang kata orang-orang tak bisa kita kerjakan. (Walter Bailey)
- Kita tak bisa memilih bagaimana kita meninggal atau kapan. Kita hanya dapat memutuskan bagaimana kita hidup. Sekarang. (Joan Baez)
- Orang yang bertanya, bodoh dalam 5 menit. Dan orang yang tidak bertanya akan tetap bodoh untuk selamanya. (Pepatah Cina)
- Setiap masalah punya hadiah untuk Anda di tangannya. (Richard Bach)
- Jika Anda menunggu sampai bisa melakukan segala sesuatu untuk semua orang, daripada melakukan sesuatu untuk seseorang, Anda tidak akan melakukan apapun untuk siapapun. (Malcolm Bane)
- Orang yang bicara terlalu banyak tentang dirinya sendiri dapat berarti menutupi dirinya sendiri. (Friedrich Nietzsche)
- Hidup jadi terasa mudah jika pernah merasakan susah. (Anonim)
- Tak seorang pun bisa kembali ke masa lalu dan memulai awal baru. Namun semua orang dapat memulai dari sekarang dan membuat akhir yang sama sekali baru. (Carl Bard)
- Pohon dikenal dari buahnya. Manusia dikenal dari kebajikannya dan kebajikan tak pernah dilupakan. Orang yang menabur keramahan akan menuai persahabatan. Orang yang menanam kebaikan akan memetik cinta. (Basil)
- Dengan belajar, Anda akan bisa mengajar. Dengan mengajar, Anda belajar. (Pepatah Latin)
- Jika Anda tak bisa mengatakan hal yang benar dari diri Anda, maka Anda pun tak bisa mengatakan hal yang benar dari orang lain. (Virginia Wolf)
- Saya belajar diam dari orang yang banyak omong. Toleransi dari orang yang tidak toleran. Kebaikan dari orang yang tidak baik. Tapi anehnya saya tak bisa berterima kasih kepada guru-guru ini. (Kahlil Gibran)
- Pertumbuhan dimulai ketika kita mulai menerima kelemahan-kelemahan kita sendiri. (Jean Vanier)
- Anda dapat menemukan apa yang paling di-takuti musuh Anda dengan mengamati ke-kerasan yang digunakannya untuk menakuti Anda. (Eric Ho/ter)
- Tak ada orang yang sempurna. Orang yang mau belajar dari kesalahan adalah orang yang bijaksana. Yang menyedihkan adalah orang yang berkeras dirinya benar, kendati terbukti salah. (Pepatah kuno)
- Jika seseorang punya bakat dan tidak menggunakannya, ia gagal. Jika ia punya bakat dan hanya menggunakan setengahnya, ia setengah gagal. Jika dia punya bakat dan belajar menggunakan sepenuhnya, ia sukses besar dan mendapatkan kebahagiaan serta kemenangan yang hanya dikenal sedikit orang. (Thomas Wolfe)
- Hidup jadi terasa mudah jika pernah merasakan susah.
(Anonim)
Pustaka
700 Motivasi Dahsyat: Pengguncang Dunia Oleh Ida Prastiowati

Kamis, 15 Desember 2011

KEGAGALAN TERBESAR DALAM HIDUP KITA


Kegagalan Itu Penting

Sukses 98% dibentuk oleh kegagalan dan kesalahan.
— Seichiro Honda
Saya membangun IBM dengan melipatgandakan kegagalan.
— Thomas J. Watson
Bekerja di perusahaan terkemuka dan sukses itu
mudah.
Tetapi, bila Anda gagal, Anda dipaksa menjadi
kreatif;
dan berpikir secara mendalam. Di perusahaan yang
gagal,
Anda harus selalu mempertanyakan asumsi-asumsi.
Saya menginginkan beberapa orang di sekitar saya
yang pernah melalui proses kegagalan.
— Bill Gate
Kita lebih sering belajar bijaksana dari kegagalan
daripada keberhasilan. Karena itu, orang yang
tidak pernah gagal mungkin tidak menemukan
kebijaksanaan apapun.
— Samuel Smiles
Tidak penting berapa kali Anda jatuh,
yang penting berapa kali Anda bangkit.
— Abraham Lincoln
Kegagalan terbesar dalam hidup kita adalah
bila kita tidak belajar sedikitpun dari kegagalan tersebut.
— Andrias Harefa
Bila Anda mengalami musibah, toko terbakar atau dijarah, di-PHK dari pekerjaan Anda, atau harta yang Anda kumpulkan dengan susah payah selama puluhan tahun habis dirampok, Anda mungkin akan merasa gagal dalam hidup ini. Hari esok terasa gelap gulita seperti Pulau Madura yang kehilangan pasokan listrik akibat kabel bawah laut milik PLN disenggol jangkar kapal tak bertanggung jawab.
Bila Anda seorang wiraniaga otomotif atau staf pemasaran di bisnis properti yang memulai karier sejak Indonesia dilanda badai krisis pertengahan 1997, tidak mudah menunjukkan prestasi kerja kepada perusahaan. Tidak kurang dari 60% bisnis hancur total karena mengikuti ajaran sesat untuk “rajin berhutang”. Lokasi-lokasi strategis yang pernah disebut sebagai Segitiga Emas di Jakarta, telah berubah menjadi killing field (ladang pembantaian) dan perusahaan-perusahaan yang masih mencoba bertahan memilih untuk pindah ke daerah pinggiran atau beralih wujud menjadi small office home office (SOHO).
Bila Anda baru lulus dari perguruan tinggi yang statusnya tidak akan pernah disamakan (alias terdengar sayup-sayup) dan berusaha mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi pada masa gonjang-ganjing ekonomi (dan politik) di negeri ini, maka janganlah bermimpi untuk mendapatkannya dengan mudah.
Namun putus asa dan bunuh diri bukanlah pilihan satu-satunya. Anda juga tidak harus menjadi gila atau ikut-ikutan menjadi Pak Ogah di putaran jalan tertentu. Menangis dan menggerutu atau ikut-ikut demonstrasi, menjarah dan bikin onar, juga bukan pilihan yang dianjurkan (kecuali bila Anda berniat menjadi “provokator”). Masih sangat banyak pilihan lain yang dapat Anda lakukan untuk menyiasati situasi sulit, baik sebagai wiraniaga, pencari kerja, pengusaha (yang tokonya habis dijarah atau terbakar), atau apapun juga. Dan untuk mendapatkan pilihan yang lebih baik, Anda perlu menghindarkan diri dari jebakan perasaan gagal.
Untuk terhindar dari jebakan maut itu, Anda memerlukan persepsi dan sikap yang tepat mengenai makna kegagalan.
Persepsi dan Sikap terhadap Kegagalan
Kegagalan itu penting jika kita memiliki persepsi dan sikap yang tepat mengenai kegagalan tersebut. Kekeliruan terbesar yang membuat kita sulit bangkit dari kegagalan adalah pandangan yang salah kaprah dan asumsi yang menyesatkan jiwa. Banyak orang berpikir bahwa orang-orang yang berhasil adalah mereka yang selalu berhasil dan orang yang mengalami kegagalan (apalagi beruntun) tidak mungkin berhasil.

Kasih Sayang Seorang Ibu

Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.
Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.
Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.
Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.
Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.
Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya, kau jawab, “Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”
Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan, “Aku tidak ingin seperti Ibu.”
Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.
Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.
Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh, “Bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”
Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai pernikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”
Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab, “Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”
Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.
Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.
JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI DAN JIKA BELIAU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU.

Cara Alam Menghibur Kita

Pernahkah kita mengalami ketika hujan deras mengguyur, kita lupa membawa payung. Lalu kita pun berbasah kuyup kedinginan. Namun, ketika kita siapkan jas hujan, justru panas dan terik datang membakar hari. Sebalkah anda?

Atau mungkin kita pernah terburu-buru mengejar waktu, tetapi perjalanan malah tersendat, seolah membiarkan kita terlambat. Namun, ketika kita ingin melaju dengan tenang, pengendara lain malah membunyikan klakson agar kita mempercepat langkah. Sebalkah anda?
Mengapa keadaan seringkali tidak bersahabat? Mereka seakan meledek, mengecoh, bahkan tertawa terbahak-bahak. Inikah yang disebut dengan “ketidakmujuran”?
Sadari saja, itu adalah cara alam menghibur kita. Itulah cara alam mengajak kita tersenyum, menertawakan diri kita sendiri, dan bergurau secara nyata. Kejengkelan itu muncul dari karena kita tak mencoba bersahabat dengan keadaan. Kita hanya mementingkan diri sendiri. Kita lupa bahwa jika toh keinginan kita tidak tercapai, tak ada salahnya kita menyambutnya dengan senyum, meski secara kecut, tak apalah :)

Tak Ada Jalan Pintas

cerita motivasiKeberhasilan tak diperoleh begitu saja. Ia adalah buah dari pohon kerja keras yang berjuang untuk tumbuh. Jangan terlalu berharap pada kemujuran. Apakah kalian tahu apa itu kemujuran? Apakah kalian dapat mendatangkan kemujuran sesuai keinginan kalian? Padahal kita tahu, kita tak selalu mampu menjelaskan dari mana datangnya.
Sadarilah bahwa segala sesuatu berjalan secara alami dan semestinya. Layaknya proses mendaki tangga, kalian melangkahkan kaki kalian melalui anak tangga satu per satu. Tak perlu repot-repot membuang waktu kalian untuk mencari jalan pintas, karena memang tak ada jalan pintas. Sesungguhnya kemudahan jalan pintas itu takkan pernah memberikan kepuasan sejati. Untuk apa kalian berhasil jika kalian tak merasa puas?

Pertunjukan Akhir

cerita motivasiSeorang pemain sirkus memasuki hutan untuk mencari anak ular yang akan dilatih bermain sirkus. Beberapa hari kemudian, ia menemukan beberapa anak ular dan mulai melatihnya. Mula-mula anak ular itu dibelitkan pada kakinya.
Setelah ular itu menjadi besar dilatih untuk melakukan permainan yang lebih berbahaya, di antaranya membelit tubuh pelatihnya. Sesudah berhasil melatih ular itu dengan baik, pemain sirkus itu mulai mengadakan pertunjukkan untuk umum. Hari demi hari jumlah penontonnya semakin banyak. Uang yang diterimanya semakin besar.