Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Februari 2012

Apel Mampu Mengurangi Resiko Terkena Serangan Jantung


Mengatasi Aneka Penyakit Dengan Buah Apel

Manfaat apel sebenarnya sudah dikenal sejak zaman Romawi. Ketika itu, apel diyakini mampu memperlancar perncernaan. Pasalnya, apel mengandung asam tartar yang bisa menghambat pertumbuhan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dalam saluran pencernaan.
Selain itu, apel juga mempunyai banyak khasiat dan manfaat, terutama kandungan zat-zatnya yang bisa mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Di Indonesia, beredar berbagai jenis apel mulai dari apel lokal hingga apel impor. Dari sekian banyak apel yang beredar di pasaran, hanya ada satu jenis apel yang diyakini memiliki khasiat lengkap, yaitu apel Romebeauty. Berikut ini beberapa khasiat dan manfaat apel dalam mencegah berbagai penyakit di dalam tubuh.
Mengurangi Risiko Terkena Penyakit Jantung
Penyakit jantung adalah penyakit yang mengganggu sistem pembuluh darah, lebih tepatnya menyerang jantung dan urat-urat darah. Seseorang yang terkena serangan ini akan mengalami shock jantung dan mengakibatkan berhentinya aliran darah. Bahkan, jika tidak segera tertolong bisa berakibat kematian.
Sebuah penelitian mengungkapkan, dengan mengonsumsi apel setiap hari mampu mengurangi risiko terkena serangan jantung. Pembuktian ini telah dilakukan para peneliti yang mengevalusi data dari 10 Prospective Cohort Studies di Amerika dan Eropa yang melibatkan 91.058 laki-laki dan 245.186 perempuan. Pengujian terfokus pada pengukuran jumlah serat yang dikonsumsi oleh para peserta uji coba selama kurun waktu 6-10 tahun.
Hasilnya, sembilan dari 10 hasil uji tersebut menunjukkan, risiko terkena serangan jantung koroner bisa dicegah dengan sering mengonsumsi serat kasar. Intinya, dengan mengonsumsi 10 gram serat kasar per hari, mampu menurunkan risiko terkena serangan jantung koroner hingga 14 persen, dan risiko kematian akibat serangan jantung menurun menjadi 27 persen.
Selain itu, untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung, usahakan menghindari makanan berlemak dan berminyak, minuman beralkohol, dan kebiasaan merokok. Namun, perbanyaklah minum jus apel, jus wortel, jus tomat, dan lalapan daun sambung nyawa dan daun dewa.

Pustaka-Apel Mampu Mengurangi Resiko Terkena Serangan Jantung

Khasiat & Manfaat Apel Oleh Sufrida Yulianti, Irlansyah, Edi Junaedi & Mufatis W.

Cuka Sari Apel Dan Anggur Bagi Kesehatan


Cukai Sebagai Salah Satu Pakan Alami Paling Menyehatkan

Cuka sari apel (apple cider vinegar) dipuji terutama jika dibuat dari apel segar yang ditanam secara organik dan dibiarkan matang pohon. Dan kini, cuka anggur merah—rempah-rempah yang sering diabaikan orang—mungkin bisa menjadi pendamping barunya, berkat buah anggur yang dikenal sebagai “anggur penyembuh”.
Orang dari segala lapisan masyarakat—juga sejumlah pelopor penggunaan cuka dan pakar medis kontemporer—percaya bahwa cuka sari apel yang dibuat dari apel segar dapat membantu pencernaan, menjaga berat badan, dan menurunkan tekanan darah. Cuka sari apel juga dikenal sanggup menangkal penyumbatan pembuluh darah dan menjaga kesehatan kulit.
Salah satu dokter yang pertama-tama memuji cuka sari apel adalah D.C. Jarvis, ia sangat merekomendasikan penggunaan cuka dalam bukunya Folk Medicine: A New England Almanac of Natural Health Care from a Noted Vermont Country Doctor—sebuah buku yang mempromosikan obat-obatan alternatif. Menurut Jarvis, cuka sari apel menjadi bermanfaat karena kandungan potasium di dalamnya. “Zat ini begitu esensial bagi kehidupan semua makhluk, sampai-sampai tanpa zat ini, kehidupan pun tidak akan ada.”
Dua otoritas kesehatan antipenuaan populer di Amerika, Dr. Paul Bragg dan Dr. Patricia Bragg, juga menyebarkan kabar baik tentang manfaat sehat cuka sari apel yang kaya potasium. Keduanya memuji cuka sari apel sebagai salah satu dari cara-cara terbaik yang dikenal umat manusia untuk memiliki kesehatan dan usia panjang. Mereka mengacungkan jempol pada zat-zat alamiahnya yang diproduksi oleh enzim-enzim yang luar biasa—zat-zat kimia kehidupan.
Dan sekarang, para dokter Zaman Baru mengklaim buah anggur merah juga menghasilkan cuka yang hebat. Menurut para pakar medis, cuka anggur merah (red wine vinegar) juga mengandung nutrisi sehat yang merupakan bagian dari “revolusi neutraceutical”. Seperti apel segar yang membuat cuka sari apel begitu bermanfaat, buah anggur pun menjadi inti dari nutrisi dalam cuka anggur merah.
Contohnya, salah satu otoritas terkemuka di negeri ini dalam hal nutrisi pencegah penyakit dan obat-obatan alami, Allan Magaziner, D.O., (pendiri dan direktur Magaziner Center for Wellness and Anti- Aging Medicine di Cherry Hill, New Jersey) menyatakan bahwa cuka anggur merah mungkin mengandung beberapa vitamin antioksidan penangkal penyakit yang tidak terdaftar dalam label kemasannya dan bisa jadi bermanfaat bagi kesehatan dan keberadaan kita.
Andrew Waterhouse, Ph.D., seorang ahli kimia minuman anggur di University of California di Davis pun bersepakat. Seperti halnya pada minuman anggur, cuka anggur merah kemungkinan mengandung antioksidan dan polifenol “kelas Baru” quercetin, catechin, tanin—yang dapat menurunkan risiko serangan jantung dan kanker.
Kedua jenis cuka ini telah dikenal sebagai obat tradisional sejak zaman purba sampai masa modern ini, dan mendapatkan penghormatan dari banyak orang, di masa lalu dan masa kini. Sebelum saya memberikan panduan atas manfaat sehat dari cuka sari apel, inilah yang Anda perlu ketahui.

Pustaka-Cuka Sari Apel Dan Anggur Bagi Kesehatan

Avokad Buah Sehat Untuk Penderita HIV/AIDS


Avokad Sehat untuk Penderita HIV/AIDS

Sejak seseorang dinyatakan positif HIV hingga ke tahap AIDS, sangat dipengaruhi oleh perawatan medis dan penanganan gizi. Mereka yang mendapat perawatan medis dan gizi secara baik akan berusia lebih panjang.
Salah satu makanan yang sehat untuk mereka adalah buah avokad (Persea americana). Ada beberapa faktor yang membuat buah avokad sehat untuk penderita HIV/AIDS.
Pertama, sumber energi, terutama lemak, yang aman. Dilaporkan bahwa penderita HIV/AIDS memerlukan energi/kalori yang lebih banyak dibandingkan orang sehat. Salah satu sumber utama energi tersebut berasal dari lemak. Avokad merupakan salah satu buah yang tinggi kadar lemaknya, sekitar 16 persen.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa lemak yang terkandung dalam buah avokad, aman dan malah menyehatkan. Hal itu karena sekitar 63 persen unsur penyusunnya adalah asam lemak tidak jenuh, terutama asam lemak tidak jenuh tunggal (MUFA, monounsaturated fatty acids)
Diet rendah lemak sering menurunkan kolesterol HDL (high density lipoprotein) yang menyehatkan. Diet avokad yang kaya MUFA dapat menurunkan kadar kolesterol LDL (low density lipoprotein) yang merugikan kesehatan darah, tanpa menurunkan kadar HDL
Lemak MUFA juga mempunyai aktivitas antioksidan yang menjaga tubuh dari kerusakan arteri akibat keganasan kolesterol LDL. Avokad dapat melindungi arteri dari kerusakan oksidatif dan mengamankan kolesterol sehingga tidak menjadi ganas dan berbahaya.
Kedua, penderita HIV/AIDS memerlukan masukan vitamin dan mineral yang kuantitasnya cukup dan kualitasnya baik. Avokad mengandung vitamin A dan karoten yang baik. Dalam 100 g buah avokad terkandung sekitar 300-400 IU vitamin A, dan sekitar 165 mikrogram karoten. Terkandung pula tiamin, riboflavin, dan niasin, yang tergolong vitamin B-kompleks. Kadar vitamin C avokad cukup baik, sekitar 14 mg per 100 g buah avokad.
Buah avokad kaya akan mineral kalium (604 mg/100 g) dan rendah mineral natrium (4 mg/100 g). Dilaporkan makanan yang kadar kaliumnya tinggi dan natriumnya rendah dengan rasio K:Na lebih besar dari 5:1 adalah makanan yang sehat untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Serat avokad juga tinggi sekitar 1,6 g/100 g. Hal ini bermanfaat untuk membantu sistem pencernaan dan membuang sisa-sisa pencernaan yang beracun.
Ketiga, buah avokad mengandung kadar glutation tertinggi di antara buah-buahan, yaitu 21 mg per 100 g buah segar. Senyawa glutation tersebut berfungsi sebagai unsur pertahanan tubuh dari berbagai serbuan perusak kesehatan tubuh. la berfungsi sebagai antioksidan, bersama vitamin C, E, dan karoten, dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Glutation dilaporkan berfungsi sebagai zat antikanker yang dapat menonaktifkan sedikitnya 30 zat penyebab kanker. Glutation juga membantu menghambat kerusakan tubuh akibat senyawa beracun, misalnya bahan pencemar lingkungan seperti pestisida, logam-logam berat (timah), yaitu dengan cara menawarkan racun tersebut lalu membuangnya lewat sistem pembuangan (feces, urine, atau keringat).
Kaitan glutation dengan AIDS tampak dalam hasil penelitian laboratorium Dr. Alton Meister dari Fakultas Kedokteran Universitas Cornell, Amerika Serikat. Meister menemukan bahwa glutation menghentikan penyebaran/penjalaran atau reflikasi virus HIV secara in vitro. Makin banyak senyawa glutation yang ditambahkan makin besar efeknya. Kadar glutation pada penderita HIV/ AIDS terus menurun, hal ini tentu saja akan mempercepat tingkat keparahan HIV ke tahap AIDS.

Pustaka-Avokad Buah Sehat Untuk Penderita HIV/AIDS

Rabu, 15 Februari 2012

Mengenal Titik Refleksi di Kaki

Rasa sakit pada tubuh kita atau tidak enak badan membuat kita harus mengkomsumsi obat-obatan. Mengkonsumsi obat terlalu seiring memberikan efek samping yang tidak bagus untuk kesehatan.
Nah untuk mengatasi hal tersebut, ada baiknya Anda mencoba obat tradisional, obat herbal dan juga pijat refleksi. Selain murah juga minim efek samping. Salah satu cara yang tepat adalah pijat refleksi. Pijat refleksi sangat bagus untuk memperlancar sirkulasi darah sehingga bisa menghilangkan rasa letih, lelah, stress dan gangguan tidur.
Pijat refelksi juga bisa Anda lakukan sendiri, asal tahu titik reflexiology yang ada pada kaki. Nah agar lebih jelas, silahkan perhatikan gambar dibawah berikut ini:


http://indragp2009.files.wordpress.com/2010/10/kakiref1.jpg?w=600


Pada gambar anda bisa melihat titik mana yang bisa Anda gunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Contohnya anda sakit mag, anda bisa memijit titik no 15 dengan menggunakan tangan, sampai kita bisa merasakan nyaman pada lambung.
Umumnya jika titik Pijat refleksi yang dipijat terasa sakit itu berarti memang ada masalah pada bagian tubuh Anda. Jika tidak sakit, itu berarti keadaannya normal. Sebaiknya tidak memijit secara asal-asalan karena tidak bagus untuk kesehatan.
Semoga bermanfaat ya.

Tomat Mencegah dan Mengobati Penyakit


Manfaat dan Nilai Gizi Tomat

Tomat sebagai salah satu komoditas pertanian sangat bermanfaat bagi tubuh, karena mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan. Buah tomat juga mengandung zat pembangun jaringan tubuh manusia dan zat yang dapat meningkatkan energi untuk bergerak dan berpikir, yakni karbohidrat, protein, lemak, dan kalori.
Sebagai sumber vitamin, buah tomat sangat baik untuk mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit, seperti sariawan karena kekurangan vitamin C, xeropthalmia pada mata karena kekurangan vitamin A, beri-beri, radang saraf, lemah otot-otot, dermatitis, bibir merah dan radang lidah karena kekurangan vitamin B.
Sebagai sumber mineral, buah tomat bermanfaat untuk pembentukan tulang dan gigi (zat kapur dan fosfor). Sedangkan zat besi (Fe) yang terkandung dalam buah tomat dapat berfungsi untuk pembentukan sel darah atau hemoglobin.
Buah tomat juga mengandung serat yang berfungsi memperlancar proses pencernaan makanan dalam perut, membantu memudahkan buang kotoran. Selain itu, buah tomat juga mengandung potasium yang sangat bermanfaat untuk menurunkan gejala tekanan darah tinggi.
Buah tomat juga mengandung zat lycopene yang berkhasiat untuk mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit kanker paru-paru, kanker prostat, kanker lambung, kanker payudara, kanker rahim, tumor pankreas, tumor usus besar, dan tumor tenggorokan. Hal ini telah dibuktikan dari berbagai hasil penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Norwegia. Nan J. Lamboan (1998) melaporkan bahwa di Amerika Serikat dan di Norwegia, orang orang yang mengkonsumsi tomat lebih dari 14 hari dalam satu bulan terbebas dari serangan kanker paru-paru. Hasil survei Harvard Medical School dan Harvard Shool of Pubic Healt yang dipublikasikan oleh Jurnal National Cancer Institute juga menunjukkan bahwa mengkonsumsi tomat dan produk olahannya seperti saus tomat, sup tomat, jus tomat, dan sebagainya juga dapat mencegah dan mengobati penyakit kanker prostat. Demikian pula penelitian dari Dr. Omer Kucuk dari Karmanos Cancer Institute, Detroit juga menunjukkan hasil yang sama, yaitu dengan mengkonsumsi lycopene yang terkandung dalam buah tomat dapat mengurangi risiko terkena kanker prostat (Annonim, 2001). Selain itu, bersama-sama dengan zat-zat antioksidan lainnya, lycopene dalam buah tomat matang juga mujarab untuk menyingkirkan racun radikal bebas perusak jaringan tubuh yang mengakibatkan munculnya gurat-gurat ketuaan lebih awal. Dengan demikian, mengkonsumsi buah tomat juga dapat melindungi kita dari berbagai penyakit degeneratif. Lycopene adalah pigmen merah yang secara alami memberikan warna merah pada buah tomat.
Zat belerang (Sulfur) yang terkandung dalam buah tomat dapat mencegah radang hati dan radang usus buntu. Zat klorin yang ada di dalam buah tomat dapat merangsang fungsi hati lebih aktif membersihkan zat-zat tidak berguna. Dengan demikian, bila kita rajin mengkonsumsi buah tomat dapat terhindar dari kemungkinan keracunan zat-zat buangan dalam tubuh. Buah tomat juga dapat mengobati penyakit kudis.
Di bidang kosmetika, buah tomat juga biasa digunakan untuk masker wajah. Sebagai masker wajah untuk kecantikan, zat asam pengikat vitamin C dapat mencegah perkembangbiakan bakteri sehingga jerawat tidak akan meradang.
Selain itu, vitamin C dalam buah tomat juga akan mempercepat penyembuhan luka jerawat dan merangsang pertumbuhan jaringan kulit baru (Nani J. Lamboan, 1998).
Buah tomat sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk olahan. Dari hasil penelitian, dinyatakan bahwa lycopene pada buah tomat yang sudah diproses, seperti saus tomat dan produk olahan tomat lainnya dapat diserap oleh tubuh secara lebih efisien jika dibandingkan dengan buah tomat segar. Buah tomat olahan juga meningkatkan kemampuan lycopene untuk menyingkirkan radikal bebas (Annonim, 2001).
Jika mengkonsumsi buah tomat segar sebaiknya buah tomat yang sudah matang. Hindarkan mengkonsumsi buah tomat yang masih mentah. Sebab, buah tomat yang masih mentah mengandung solanin, yaitu sejenis alkaloid yang dapat mengganggu kesehatan tubuh. Namun, kandungan alkaloid tersebut dapat dihilangkan dengan cara dimasak terlebih dahulu dan cara memasaknya jangan memakai panci alumunium. Sebab, efek korosif akibat dari kandungan asam pada buah tomat akan menyebabkan masakan mengandung metal yang berbahaya bagi kesehatan.
Buah tomat merupakan sayuran bergizi tinggi yang mempunyai banyak kegunaan. Selain sebagai buah segar yang langsung dapat dikonsumsi, buah tomat juga sering digunakan sebagai bahan penyedap berbagai macam masakan, seperti sup, gado-gado, sambal, dan sebagainya. Selain itu, buah tomat juga sering digunakan sebagai bahan industri makanan dan minuman, seperti minuman sari buah tomat, es jus, saus tomat, konsentrat, puree, dan pulp. Berbagai macam kegunaan tersebut dapat memberikan keuntungan, bagi konsumen, produsen, maupun masyarakat pada umumnya. Bagi konsumen, banyaknya produk olahan buah tomat dapat memberikan kebebasan untuk memilih sesuai dengan kebutuhannya. Sedangkan keuntungan bagi produsen adalah dapat meningkatkan pendapatan. Keuntungan bagi masyarakat adalah terbukanya lapangan kerja dengan adanya pabrik-pabrik industri makanan dan minuman yang berbahan baku buah tomat.

Minggu, 15 Januari 2012

Penyakit yang Disebabkan Gaya Hidup


Penyakit Jantung dan Tekanan Darah Tinggi

Penyakit jantung dan hipertensi adalah penyakit yang disebabkan gaya hidup. Berbagai faktor penyebab, seperti diet yang buruk, merokok, kurang olahraga, dan stres, mempunyai hubungan erat dengan kejadian penyakit ini. Di Indonesia terdapat beberapa jenis penyakit jantung. Paling tinggi jumlah penderitanya adalah penyakit jantung koroner, jantung rematik, jantung hipertensif, dan penyakit jantung kongenital (akibat bawaaan) seperti yang diakibatkan kelainan paru (misalkan kardiomiopati yang berhubungan dengan kanker paru).
Penyakit jantung rematik banyak ditemukan pada masyarakat kelas bawah. Hal ini disebabkan pola hidup yang kurang bersih, yang membuat kuman Streptococus hemoliticus menyerang bagian katup jantung, sehingga jantung mengalami kepayahan. Penyakit ini banyak diderita oleh kaum muda dan wanita. Jenis lain yang bersifat hipertensif terjadi akibat komplikasi yang ditimbulkan tekanan darah yang meninggi, sehingga jantung kecapaian dan membengkak. Penyakit darah tinggi juga menggangu pembuluh darah koroner di jantung, sehingga menimbulkan penyakit jantung koroner yang harus “di-by pass” melalui operasi.
Komplikasi lain yang disebabkan tekanan darah tinggi adalah cacat otak permanen akibat perdarahan (stroke). Cacat otak menyebabkan tubuh lumpuh separuh. Serangan darah tinggi ini juga bisa menyebabkan kerusakan ginjal, meskipun kasus ini jarang ditemui di Indonesia. Dalam literatur, kasus ini memang ada. Hanya, karena bangsa Indonesia dianggap masih rawan gizi, penyakit ini tidak terdata dengan baik. Padahal, sejalan dengan perkembangan zaman, jenis penyakit ini pun mulai terangkat ke permukaan.
Pada kejadian serangan jantung, saat serangan pertama, penderita biasanya masih bisa diselamatkan jika pertolongan darurat segera dilakukan. Namun, jika serangan semakin sering, sulit sekali untuk dikendalikan. Penyakit jantung akut biasanya banyak dialami oleh golongan masyarakat kelas atas.
Menurut data dari berbagai rumah sakit, sejak tahun 1970 hingga kini angka kematian mendadak akibat kedaruratan jantung (anvaal), yang dalam bahasa medisnya disebut infark miocard accut, rata-rata 25% dari keseluruhan penyakit dialami penderita sakit jantung. Enam puluh persen dari jumlah itu mengalami kematian sebelum pertolongan pertama. Karenanya, mencegah dan mendeteksi sejak dini lebih aman dibandingkan dengan jika keadaan sudah parah.
Saat ini sudah tersedia obat-obatan untuk penderita sakit jantung, hipertensi, dan stroke. Obat-obatan ini harganya relatif mahal, sehingga sulit dijangkau masyarakat berpenghasilan rendah atau pas-pasan. Di samping itu, obat-obatan anti-hipertensi dan jantung, sekecil apa pun bentuknya memiliki efek samping. Berbeda dengan obat tradisional yang sudah terpakai secara turun-temurun, selain harganya relatif murah karena bahannya mudah didapat, efek sampingnya hampir tidak terasa.
Pengembangan obat-obatan tradisional memang perlu dilakukan mengingat hampir seluruh suku bangsa yang tinggal di seluruh pelosok Tanah Air telah mengenal dan menggunakannya.
Contohnya,
- Masyarakat Makassar, Sulawesi Selatan, menurunkan tekanan darah dengan meminum air rebusan 30-40 lembar daun murbei (Morus alba L). mereka meminumnya setiap hari hingga tekanan darah menurun dan gejalanya berupa pusing, hilang sama sekali.
- Masyarakat Lombok menurunkan tekanan darah dengan meminum obat dari biji kecipir tua. Biji kecipir itu disangrai atau digongseng dan ditumbuk hingga halus, kemudian diseduh seperti kopi.
- Masyakarat Jawa sering membuat ramuan dari bahan tanaman obat digitalis untuk penyakit jantung mengipas yang gejalanya seperti masuk angin dan penderita merasa sesak.
- Masyarakat Mojokerto, Jawa Timur, mengandalkan kunyit untuk melarutkan kadar kolesterol dalam darah yang menyumbat penyakit pembuluh darah. Dengan demikian, obat tradisional yang murah terbukti mampu menyaingi obat-obatan kimia, baik impor maupun lokal.

Pengobatan Penyakit Jantung Koroner


Gejala dan Pengobatan Penyakit Jantung Koroner

Seseorang (pria usia di atas 35 tahun atau wanita menopause) dengan dua atau lebih faktor risiko dan setiap penderita baik pria maupun wanita yang diketahui mengidap diabetas melitus, harus dicurigai/diselidiki sebelum pengobatan apakah ia sudah terkena penyakit jantung koroner. Biasanya, mereka belum mempunyai keluhan apa pun, apalagi pada penderita diabetes melitus, keluhan nyeri dada jarang dilaporkan. Gejala paling awal ialah keluhan mudah lelah bila melakukan pekerjaan sehari-hari yang bila tingkat keparahannya meningkat berubah menjadi sesak napas sewaktu melakukan aktivitas.
Nyeri dada yang khas timbul pada kasus yang mulai memberat bila proses aterosklerosis dalam arteri koroner jantung sudah menyebabkan penyempitan yang lebih dari 60% ukuran lumen (lubang) yang normal. Nyeri khas ini disebut sebagai Angina Pectoris yang timbul saat melakukan aktivitas, namun reda saat istirahat, timbul di dada bagian tengah dan kiri dan menjalar ke kerongkongan terasa seperti tercekik atau rasa kering, ke bahu sampai belikat dan lengan serta ujung jari sebelah kiri. Bila intensitasnya makin berat, yaitu rasa nyeri terasa makin lama makin sering, timbul juga pada saat istirahat, keluar keringat dingin dan mendadak sesak napas, harus diwaspadai terjadinya serangan jantung mendadak atau Infark Jantung Akut. Orang yang mengalami tanda-tanda demikian harus segera dirujuk ke Rumah Sakit.
Komplikasi penyakit jantung koroner yang paling sering terjadi antara lain: mati mendadak, gagal jantung mendadak ataupun menahun (bila si sakit tertolong hidup), gangguan aritmia (detak jantung tidak sesuai dengan aturan), stroke (serangan otak), dan kerusakan katup jantung.
Pengobatan saat serangan jantung harus dirujuk ke rumah sakit dan dirawat di ICCU untuk diberikan terapi obat-obatan oral (diminum) dan suntikan anti-pembekuan darah. Di rumah sakit yang memiliki fasilitas canggih, penanganan komplikasi mendadak diberikan dengan terapi balon untuk membuka aliran darah yang tersumbat dengan segera. Pada pasien penyakit jantung koroner keadaan tenang, untuk meredakan nyeri diberikan obat-obat oral yang standarnya terdiri atas beberapa macam obat untuk mengobati semua faktor risiko yang diderita si sakit serta untuk komplikasinya yang akan berjalan menahun. Sebuah tindakan dapat direncanakan untuk pembalonan arteri koroner yang menyempit sampai pemasangan cincin (stent) dalam dinding arteri yang terkena. Proses ini disebut sebagai PTCA.
Semua pengobatan di atas dilakukan oleh seorang spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah (SpJP/Cardiologist). Bila tidak memungkinkan, maka pasien tersebut dirujuk kepada spesialis bedah jantung untuk dilakukan operasi pintas koroner (CABG) untuk mengganti arteri yang tersumbat dengan pembuluh darah yang masih sehat dari tempat lain pada tubuhnya dengan pemberian obat kepada pasien selama hidupnya.

Selasa, 10 Januari 2012

Vitamin dan Mineral untuk Usia 50-an


Sumber Vitamin

Vitamin A/Beta karoten: Terdapat pada hati, minyak ikan, kuning telur, susu murni, mentega. Beta karoten: sayur dan buah warna hijau daun, kuning dan oranye. Dapat hilang karena: kopi, alkohol, kortison, minyak mineral, sinar lampu neon, “pembersih” hati, asupan zat besi yang berlebihan, dan kekurangan protein.
Vitamin C: Terdapat pada buah jeruk, brokoli, lada hijau, stroberi, kubis, tomat, blewah, kentang, dan daun-daun hijau. Sumber tanaman obat: buah mawar, akar yellow dock, daun rasberi, semanggi merah, hop, nettle, pine needles, daun randa tapak, alfalfa, echinacea, scutellaria, peterseli, cabe rawit, dan paprika. Dapat hilang karena: antibiotik, aspirin, dan penghilang nyeri lainnya, kopi, stres, penuaan, merokok, soda kue, dan demam tinggi.
Vitamin D: Terkandung pada susu yang di perkaya, mentega, sayuran hijau daun, kuning telur, minyak ikan, mentega, hati, udang, serta paparan sinar matahari pagi pada kulit. Sumber tanaman obat: tidak ada. Dapat hilang karena: penggunaan minyak mineral pada kulit, terlalu sering mandi, penggunaan tabir surya dengan skala 8 atau lebih.
Vitamin E: Terdapat pada kacang-kacangan, biji-bijian, gandum utuh, minyak ikan, sayuran hijau, kale, kubis, dan asparagus. Sumber tanaman obat: alfalfa, buah mawar, nettle, Dang Gui, selada air, randa tapak, rumput laut, dan wild seed. Dapat hilang karena: minyak mineral, sulfat.
Vitamin K: Terdapat pada dedaunan hijau, jagung dan minyak kedelai, hati, sereal, produk susu, daging, buah, kuning telur, dan totes tebu. Sumber tanaman obat: nettle, alfalfa, kelp (ganggang),dan teh hijau.
Dapat hilang karena: sinar X, radiasi, polusi udara, enema, makanan beku, antibiotik, lemak basi, aspirin.
Tiamin (vitamin B1): Terdapat pada asparagus, kembang kol, kubis, kale, spirulina, rumput laut, jeruk. Sumber tanaman obat: pepermin, gobo, sage, yellow sock, alfalfa, semanggi merah, biji klabet, daun rasberi, nettle, catnip, selada air, daun seribu, buah mawar.
Riboflavin (B2): Terdapat pada kacang-kacangan, sayuran hijau, bawang merah, rumput laut, spirulina, produk susu, dan jamur. Sumber
tanaman obat: pepermin, alfalfa, peterseli, echinacea, yellow dock, hop, randa tapak, ginseng, dulse, kelp, dan biji klabet.
Pyridoxine (B6): Terdapat pada kentang panggang dengan kulit, brokoli, plum, pisang, buncis kering dan lentil, segala jenis daging, unggas, dan ikan.
Asam folat (B faktor): Terdapat pada hati, telur, sayuran hijau, kefir/skim, polong-polongan, gandum utuh, kacang-kacangan, buah (pisang, jus jeruk, jus anggur), sayuran (brokoli, bayam, asparagus, brussels sprout). Sumber tanaman obat: nettle, alfalfa, peterseli, sage, catnip, pepermin, daun urat, daun komring, dan chickweed.
Niacin (B faktor): Terdapat pada biji-bijian, daging, kacang-kacangan, terutama: asparagus, spirulina, kubis, dan bee pollen. Sumber-sumber tanaman obat: hop, daun rasberi, semanggi merah, slippery elm, echinacea, licorice, buah mawar, nettle, alfalfa, peterseli.
Bioflavon: Terdapat pada ekstrak dan kulit jeruk. Sumber tanaman obat: buckwheat greens, ganggang hijau biru, elder berry, buah hawthorn, buah mawar, paku ekor kuda, sheperd’s purse.
Karoten: Terdapat pada wortel, kubis, winter squash, kentang manis, sayuran/buah berwarna hijau gelap, aprikot, spirulina, dan rumput laut.
Sumber tanaman obat: pepermin, yellow dock, uva ursi, peterseli, alfalfa, daun rasberi, nettle, daun randa tapak, kelp, daun bawang, daun bunga violet, cabe rawit, paprika, lamb’s quarter, pepermin sage, chickweed, paku ekor kuda, black cohosh, dan buah mawar.
Asam lemak esensial, meliputi GLA, omega-6, dan omega-3: Terdapat pada minyak biji bunga matahari, minyak biji gandum. Sumber tanaman obat: semua jenis tanaman liar mengandung asam lemak esensial. Produk di pasaran: minyak biji flax, evening primrose, Hack currant, dan borage.
Boron: Terdapat pada buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan organik. Sumber tanaman obat: semua jenis rumput organik, termasuk chickweed, purslane, nettle, randa tapak, dan yellow dock.
Kalsium: Terdapat pada susu dan produk turunannya, sayuran/buah
berwarna hijau daun, brokoli, remis, tiram, almond, walnut biji bunga matahari, biji wijen (contohnya tahini), polong-polongan, tahu, ikan duri lunak atau kaleng (sarden, makarel, salmon), rumput laut, gandum utuh, susu tanpa kepala susu, dan kerang-kerangan. Sumber tanaman obat: valerian, kelp, nettle, paku ekor kuda, peppermint sage, uva ursi, yellow dock, chickweed, semanggi merah, batang haver, peterseli, daun black currant, daun rasberi, daun/biji daun urat, borage, daun randa tapak, daun bayam, dan lamb’s quarter. Dapat hilang karena: kopi, gula, garam, alkohol, suntikan cairan kortison, atau terlalu banyak fosfor.
Krom: Terdapat pada rumput barley, bee pollen, plum, kacang-kacangan, jamur, hati, bit, dan gandum utuh. Sumber tanaman obat: batang haver, nettle, semanggi merah, catnip, dulse, huwi liar, daun
seribu, paku ekor kuda, black cohosh, licorice, echinacea, valerian, dan sarsaparila. Dapat hilang karena: gula putih.
Tembaga: Terdapat pada hati, kerang-kerangan, kacang-kacangan, polong-polongan, air, biji-bijian yang dibudayakan secara organik, sayur/buah hijau, rumput laut, cokelat pahit. Sumber tanaman obat: scutellaria, sage, paku ekor kuda, dan chickweed.
Zat besi: Zat besi yang berasal dari hemoglobin (hone) lebih mudah diserap tubuh. Sementara yang bukan dari hemoglobin (non heme) sulit diserap sehingga harus dikonsumsi bersama vitamin C. Zat besi heme terdapat pada hati, daging, dan unggas. Sedang non heme terdapat pada manisan buah, biji-bijian, almond, mete, gandum utuh yang diperkaya, polong-polongan, dan sayuran hijau. Sumber tanaman obat: chickweed, kelp, gobo, catnip, paku ekor kuda, akar Althea, biji silibum, uva ursi, akar/daun randa tapak, akar yellow dock, Dang Gui, black cohosh, echinacea, daun daun urat, sarsaparila, nettle, pepermin, licorice, valerian, dan biji klabet. Dapat hilang karena: kopi, teh kental, enema, alkohol, aspirin, minuman berkarbonasi, kekurangan protein, atau terlalu banyak produk susu.
Magnesium: Terdapat pada daun hijau, rumput laut, kacang-kacangan, gandum utuh, yoghurt, keju, kentang, jagung, kacang polong, dan labu kuning. Sumber tanaman obat: batang haver, licorice, kelp, nettle, dulse, gobo, chickweed, akar Althea, paku ekor kuda, sage, daun rasberi, semanggi merah, valerian, yellow dock, randa tapak, umbi-umbian, peterseli, dan evening primrose. Dapat hilang karena: semburan panas, keringat malam, menangis tersedu, alkohol, diuretik kimiawi, enema, antibiotik, atau asupan lemak berlebih.
Mangan: Terdapat pada daun atau biji semua tanaman yang tumbuh di tanah subur, rumput laut. Sumber tanaman obat: daun rasberi, uva ursi, chickweed, silibum, yellow dock, ginseng, huwi liar, hop, catnip, echinacea, paku ekor kuda, kelp (rumput laut besar), nettle, dan randa tapak.
Molybdenum: Terdapat pada produk susu murni, polong¬polongan, biji-bijian, dan dedaunan hijau. Sumber tanaman obat: nettle, daun randa tapak, sage, batang haver, biji klabet, daun rasberi, semanggi merah, paku ekor kuda, chickweed, dan rumput laut.
Nikel: Terdapat pada cokelat, kacang-kacangan, buncis kering, dan sereal. Sumber tanaman obat: alfalfa, semanggi merah, batang haver, dan biji klabet.
Fosfor: Terdapat pada gandum utuh, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Sumber tanaman obat: pepermin, yellow dock, silibum, adas, hop, chickweed, nettle, randa tapak, peterseli, dulse, dan semanggi merah. Dapat hilang karena: antasid a.
Potasium: Terdapat pada seledri, kubis, kacang polong, peterseli, brokoli, lada, wortel, kulit kentang, terung, gandum utuh, pir, jeruk, dan rumput laut. Sumber tanaman obat: sage, catnip, hop, dulse, pepermin, scutellaria, kelp, semanggi merah, paku ekor kuda, netlles, borage, dan daun urat. Dapat hilang karena: terlalu sering terserang semburan panas disertai banyak keringat, keringat malam, kopi, gula, garam, alkohol, enema, muntah-muntah, diare, diuretik kimiawi, dan diet.
Selenium: Terdapat pada produk susu, rumput laut, gandum, bawang putih, hati, ginjal, ikan, dan kerang-kerangan. Sumber tanaman obat: catnip, silibum, valerian, dulse, black cohosh, ginseng, uva ursi, hop, echinacea, kelp, daun rasberi, kuncup dan buah mawar, hawthorn berry, biji klabet, sarsaparila, dan yellow dock.
Silikon: Terdapat pada gandum yang tidak diputihkan, sayur umbi-umbian, bayam, dan bawang bombay. Sumber tanaman obat: paku ekor kuda, dulse, echinacea, rambut jagung, Bobo, batang haver, licorice, chickweed, uva ursi, dan sarsaparila.
Sulfur: Terdapat pada telur, produk-produk susu, keluarga kubis-kubisan, bawang merah, bawang putih, peterseli, dan selada air. Sumber tanaman obat: nettle, sage, daun urat, dan paku ekor kuda.
Zinc: Terdapat pada kerang, makanan laut, daging, hati, telur, gandum utuh, biji gandum, biji labu, dan spirulina. Sumber tanaman obat: scutellaria, sage, huwi liar, chickweed, echinacea, nettle, dulse, silibum, dan sarsaparila. Dapat hilang karena: alkohol, polusi udara.
Vitamin B6: Terdapat pada daging, produk susu, ikan, kacang, hati, pisang, alpukat, anggur, pir, kuning telur, gandum utuh, dan polong-polongan (bahan yang dapat menghilangkannya bisa dilihat di keterangan vitamin B12).

Minggu, 08 Januari 2012

Diabetes dan Terapi Diet Bagi Pasien


Diet Untuk Penderita Diabetes Melitus

Penyebab dan Gejala Diabetes Melitus
Diabetes melitus (DM) adalah suatu keadaan saat kadar gula darah dalam kadar yang tinggi dan disebabkan oleh kekurangan produksi hormon insulin atau akibat kerja hormon insulin relatif kurang. Pada keadaan normal, kadar gula darah berkisar 60-120 mg%. DM merupakan penyakit yang gejalanya sangat bervariasi mulai dari gejala sangat ringan hingga berat. Gejala yang menjadi ciri khas penderita DM adalah sering buang air kecil (polyuria), sering merasa haus (polydipsia) dan sering merasa lapar (polypagia). Peningkatan kadar gula dalam darah akan diproses di dalam ginjal. Hal ini mengakibatkan banyak cairan yang di perlukan oleh tubuh untuk melarutkan glukosa. Cairan tersebut selanjutnya akan diekskresi atau dikeluarkan melalui ginjal ke kandung kemih sebagai urine. Hal ini yang menyebabkan timbulnya gejala banyak kencing (polyuria).
Gejala lainnya, tubuh menjadi lemah karena tubuh tidak dapat menggunakan glukosa dalam darah sebagai sumber tenaga. Hormon insulin berfungsi mengurai glukosa agar dapat digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi. Glukosa yang tidak terurai akan menumpuk dalam darah dan tidak dapat diserap oleh sel-sel jaringan tubuh. Keadaan ini mengakibatkan kadar gula darah meningkat (hyperglikemia) sehingga sebagian dikeluarkan melalui urine (glukosuria). Karena itu, untuk mengetahui seseorang menderita DM atau tidak perlu dilakukan analisis kadar gula dalam darah dan urine.
Terapi Diet bagi Penderita DM
Mengatasi DM dengan berdiet pada hakikatnya memiliki tujuan sebagai berikut.
- Meningkatkan dan mempertahankan berat badan ideal dengan menyediakan makanan untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat-zat gizi, termasuk pertumbuhan pada anak-anak.
- Mencegah terjadinya hiperglikemi (terlalu tinggi kadar gula dalam darah) dengan mempertahankan kadar gula darah senormal mungkin.
- Menyediakan jumlah zat gizi yang seimbang.
- Menjaga dan memelihara lemak darah agar berada dalam Batas normal.
- Mengusahakan agar penderita merasa sehat dan dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik tanpa terganggu penyakit diabetes melitus.
- Menciptakan lingkungan yang sehat sehingga penderita DM merasa sehat dan nyaman.
- Menjaga penderita DM agar tidak terserang penyakit komplikasi akibat DM yang dideritanya.
Ada tiga cara yang dapat ditempuh untuk menjaga kadar gula darah tetap normal yakni diet (pengaturan—makanan), latihan jasmani (olahraga), dan obat (baik oral maupun suntikan insulin). Agar ketiga cara ini berhasil, penderita diabetes melitus harus berkonsultasi dengan dokter sehingga penderita memahami permasalahan penyakit DM dan cara berdiet yang baik.
Dalam menjalani diet ini asupan gizi harus diperhatikan. Standar Umum kandungan gizi makanan bagi penderita diabetes adalah karbohidrat 60-70%, lemak 20-25%, dan protein 15-20%. Kebutuhan protein penderita DM setiap hari 15-20% dari total kebutuhan energi atau 0,8 gram/kg berat badan. Sebaiknya, pilih protein yang mempunyai nilai gizi tinggi. Usahakan konsumsi lemak tidak jenuh ditingkatkan minimum 10% dari kebutuhan energi.
Sementara itu konsumsi lemak yang mengandung kolesterol tidak boleh lebih dari 300 mg/hari. Serat harus diberikan dalam jumlah yang tinggi, yakni lebih dari 40 gram setiap hari atau kira-kira 25 gram untuk setiap 100 kalori. Dianjurkan mengonsumsinya makanan berserat secara bertahap hingga mencapai jumlah yang diharapkan. Pilih makanan yang mengandung serat mudah larut, seperti buncis, buah, dan kacang-kacangan.Penderita diabetes disarankan menjalankan diet diabetes seperti anjuran dokter sesuai dengan kondisinya.
Selain memerhatikan kandungan gizi asupan makanan, penderita diabetes sebaiknya juga memerhatikan indeks glikemik setiap makanan yang dikonsumsi. Pasalnya, asupan makanan dengan indeks glikemik yang rendah akan menurunkan respon gula darah, kolesterol total, LDL (low density lipoprotein), dan trigliserida. indeks glikemik adalah perbandingan kenaikan gula darah setelah mengonsumsi makanan tertentu dengan pembanding standar, yakni glukosa. Karena itu, kita dapat mengetahui seberapa cepat kandungan glukosa dalam makanan terserap oleh tubuh. Semakin besar indeks glikemik, semakin cepat kadar gula darah naik. Penderita DM yang mengonsumsi makanan yang bernilai indeks glikemik rendah dapat menjaga kadar gula darah tetap normal. Dalam jangka panjang, terapi ini bermanfaat untuk mengurangi serangan penyakit komplikasi yang menahun.

Kamis, 05 Januari 2012

Teh Dan Wanita


Khasiat Teh untuk Kesehatan

Osteoporosis
Resiko 8 kali lipat mengalami osteoporosis dibandingkan pria membuat wanita perlu ekstra hati-hati. Tulang yang lebih kecil, perubahan hormonal saat menopause dan kekurangtahuan akan pentingnya kalsium semakin membuat kaum hawa dekat dengan penyakit pengeroposan tulang (osteoporosis). Selain di dalam teh memang mengandung kalsium. menurut beberapa penelitian (menggunakan hewan), teh mampu mengurangi tingginya penyerapan penyebab kehilangan massa tulang yang berlebih.
Kanker Payudara
Teh sudah sering kita kenal sebagai zat antikanker, tentu kanker payudara juga termasuk di dalamnya. Semua itu tak lepas dari peran Polifenol yang menyusun 25 – 35% berat kering teh. Salah satu Polifenol yang populer, yaitu Katekin terutama dalam bentuk EGCG (Epigallo catechin gollate). Dalam penelitian, EGCG terbukti menghambat pertumbuhan sel kanker payudara pada tikus.
Kulit
Kulit cantik dan sehat sudah barang tentu menjadi dambaan para wanita. Kombinasi kologen dengan elastin (protein yang ditemukan pada jaringan tubuh yang elastis) membuat kulit menjadi kencang, elastis, dan halus. Sayangnya radikal bebas dapat menyerang kologen sehingga merusak kulit dan mengakibatkan kulit menjadi tidak cantik dan segar lagi. Antioksidan yang terdapat pada teh lewat katekin di dalamnya mampu melindungi kulit dari kerusakan akibat serangan radikal bebas.
Diet
Teh bisa menjadi solusi diet yang menyenangkan. Rahasianya adalah sinergi dari tiga bahan utama teh, yaitu kafein. L-Theonine dan epigallocatechin-3-gallate (EGCG). Kafein merupakan stimultan yang akan membantu mengurangi berat badan Anda. Sayangnya, kafein ternyata mempunyai efek negatif bagi tubuh, seperti menaikkan gula darah dan kadar insulin. Namun jangan panik dulu! lnilah kehebatan dari teh karena teh juga mengandung L-theanine, asam amino yang berfungsi sebagai “tameng” dari efek buruk kafein. L-theanine juga memengaruhi neurotransmitter di otak yang memengaruhi kadar dopomine dan serotonin yang akan mengirim pesan “kenyang” ke otak. Jadi, semakin banyak teh yang kamu minum maka akan semakin kuat pesan ke otak yang mengatakan, “Aku tidak lapar”.
Bagaimanapun, teh tidak banyak membantu mengurangi berat badan Anda, tapi juga membantu mengurangi nafsu makan Anda dan tetap berada di jalur diet yang benar.
Rahasia ketiga dari teh adalah kandungan EGCG di dalamnya—keajaiban antioksidan yang menstimulasi metabolisme tubuh Anda, Sebenarnya Anda telah membakar lemak sejak awal Anda meminum teh. EGCG juga menurunkan kadar trigliserida di dalam darah dan menghambat akumulasi asam lemak di dalam jaringan lemak (membakar lemak lebih cepat dan lebih efektif Hal inilah yang membuat teh adalah agen anfiobesitas yang sempurna.

Diabetes dan Terapi Diet Bagi Pasien


Diet Untuk Penderita Diabetes Melitus

Penyebab dan Gejala Diabetes Melitus
Diabetes melitus (DM) adalah suatu keadaan saat kadar gula darah dalam kadar yang tinggi dan disebabkan oleh kekurangan produksi hormon insulin atau akibat kerja hormon insulin relatif kurang. Pada keadaan normal, kadar gula darah berkisar 60-120 mg%. DM merupakan penyakit yang gejalanya sangat bervariasi mulai dari gejala sangat ringan hingga berat. Gejala yang menjadi ciri khas penderita DM adalah sering buang air kecil (polyuria), sering merasa haus (polydipsia) dan sering merasa lapar (polypagia). Peningkatan kadar gula dalam darah akan diproses di dalam ginjal. Hal ini mengakibatkan banyak cairan yang di perlukan oleh tubuh untuk melarutkan glukosa. Cairan tersebut selanjutnya akan diekskresi atau dikeluarkan melalui ginjal ke kandung kemih sebagai urine. Hal ini yang menyebabkan timbulnya gejala banyak kencing (polyuria).
Gejala lainnya, tubuh menjadi lemah karena tubuh tidak dapat menggunakan glukosa dalam darah sebagai sumber tenaga. Hormon insulin berfungsi mengurai glukosa agar dapat digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi. Glukosa yang tidak terurai akan menumpuk dalam darah dan tidak dapat diserap oleh sel-sel jaringan tubuh. Keadaan ini mengakibatkan kadar gula darah meningkat (hyperglikemia) sehingga sebagian dikeluarkan melalui urine (glukosuria). Karena itu, untuk mengetahui seseorang menderita DM atau tidak perlu dilakukan analisis kadar gula dalam darah dan urine.
Terapi Diet bagi Penderita DM
Mengatasi DM dengan berdiet pada hakikatnya memiliki tujuan sebagai berikut.
- Meningkatkan dan mempertahankan berat badan ideal dengan menyediakan makanan untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat-zat gizi, termasuk pertumbuhan pada anak-anak.
- Mencegah terjadinya hiperglikemi (terlalu tinggi kadar gula dalam darah) dengan mempertahankan kadar gula darah senormal mungkin.
- Menyediakan jumlah zat gizi yang seimbang.
- Menjaga dan memelihara lemak darah agar berada dalam Batas normal.
- Mengusahakan agar penderita merasa sehat dan dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik tanpa terganggu penyakit diabetes melitus.
- Menciptakan lingkungan yang sehat sehingga penderita DM merasa sehat dan nyaman.
- Menjaga penderita DM agar tidak terserang penyakit komplikasi akibat DM yang dideritanya.
Ada tiga cara yang dapat ditempuh untuk menjaga kadar gula darah tetap normal yakni diet (pengaturan—makanan), latihan jasmani (olahraga), dan obat (baik oral maupun suntikan insulin). Agar ketiga cara ini berhasil, penderita diabetes melitus harus berkonsultasi dengan dokter sehingga penderita memahami permasalahan penyakit DM dan cara berdiet yang baik.
Dalam menjalani diet ini asupan gizi harus diperhatikan. Standar Umum kandungan gizi makanan bagi penderita diabetes adalah karbohidrat 60-70%, lemak 20-25%, dan protein 15-20%. Kebutuhan protein penderita DM setiap hari 15-20% dari total kebutuhan energi atau 0,8 gram/kg berat badan. Sebaiknya, pilih protein yang mempunyai nilai gizi tinggi. Usahakan konsumsi lemak tidak jenuh ditingkatkan minimum 10% dari kebutuhan energi.
Sementara itu konsumsi lemak yang mengandung kolesterol tidak boleh lebih dari 300 mg/hari. Serat harus diberikan dalam jumlah yang tinggi, yakni lebih dari 40 gram setiap hari atau kira-kira 25 gram untuk setiap 100 kalori. Dianjurkan mengonsumsinya makanan berserat secara bertahap hingga mencapai jumlah yang diharapkan. Pilih makanan yang mengandung serat mudah larut, seperti buncis, buah, dan kacang-kacangan.Penderita diabetes disarankan menjalankan diet diabetes seperti anjuran dokter sesuai dengan kondisinya.
Selain memerhatikan kandungan gizi asupan makanan, penderita diabetes sebaiknya juga memerhatikan indeks glikemik setiap makanan yang dikonsumsi. Pasalnya, asupan makanan dengan indeks glikemik yang rendah akan menurunkan respon gula darah, kolesterol total, LDL (low density lipoprotein), dan trigliserida. indeks glikemik adalah perbandingan kenaikan gula darah setelah mengonsumsi makanan tertentu dengan pembanding standar, yakni glukosa. Karena itu, kita dapat mengetahui seberapa cepat kandungan glukosa dalam makanan terserap oleh tubuh. Semakin besar indeks glikemik, semakin cepat kadar gula darah naik. Penderita DM yang mengonsumsi makanan yang bernilai indeks glikemik rendah dapat menjaga kadar gula darah tetap normal. Dalam jangka panjang, terapi ini bermanfaat untuk mengurangi serangan penyakit komplikasi yang menahun.

Rabu, 04 Januari 2012

Kacang-kacngan Kaya Akan Lisin


Tak Perlis Khawatir dengan Zat Antigizi pada Kacang-kacangan

Kacang-kacangan (leguminosa), seperti kacang hijau, kacang tolo, kacang gude, kacang merah, kacang kedelai, dan kacang tanah, sudah dikenal dan dimanfaatkan secara luas di seluruh dunia sebagai bahan pangan yang potensial. Kacang-kacangan dapat diolah menjadi berbagai produk pangan, seperti tepung, makanan kaleng, susu, konsentrat protein, digoreng untuk kudapan, dan lain-lain. Dalam bentuk biji atau polong muda, kacang-kacangan dapat digunakan sebagai bahan sayuran segar, dikeringkan atau dibekukan. Di antara kelompok kacang-kacangan, kedelailah yang paling populer. Kedelai sejak lama telah dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan tempe, tahu, kecap, oncom, susu, dan lain-lain.
Kacang-kacangan merupakan sumber protein yang baik, dengan kandungan protein berkisar antara 20-35%. Selain itu, kacang-kacangan juga merupakan sumber lemak, vitamin, mineral dan serat pangan (dietary fiber). Protein kacang-kacangan umumnya kaya akan lisin, leusin dan isoleusin, tetapi terbatas dalam hal kandungan asam amino sulfur, yaitu metionin dan sistein. Kadar serat dalam kacang-kacangan mempunyai peranan yang sangat penting, yaitu untuk mencegah berbagai penyakit akibat rendahnya serat di dalam makanan-makanan ala Barat.
Di samping mengandung senyawa-senyawa yang berguna, ternyata kacang-kacangan juga mengandung senyawa antigizi. Beberapa senyawa antigizi terpenting yang terdapat dalam kacang-kacangan adalah antitripsin, hemaglutinin atau lektin, oligosakarida, dan asam fitat.
Antitripsin
Antitripsin adalah senyawa protein yang bersifat sebagai antinutrisi, yaitu mempunyai kemampuan untuk menghambat aktivitas enzim tripsin di dalam saluran pencernaan. Antitripsin terdapat pada berbagai macam kacang-kacangan, tetapi yang paling banyak dipelajari hingga saat ini adalah antitripsin yang terdapat pada kacang kedelai.
Mekanisme penghambatan aktivitas enzim tripsin oleh antitripsin terjadi karena terbentuknya ikatan kompleks antara kedua zat tersebut (interaksi protein-protein). Adanya antitripsin menyebabkan terjadinya penghambatan proses pertumbuhan dan menyebabkan terjadinya hipertrofi (pembesaran) pankreas hewan percobaan yang diberi ransum kedelai mentah.
Jumlah enzim tripsin yang dihasilkan oleh pankreas tergantung pada jumlah enzim tripsin bebas dalam usus. Bila konsentrasi tripsin dalam usus menurun sampai batas tertentu maka pankreas akan memproduksi lebih banyak enzim. Sebaliknya, bila konsentrasi enzim tripsin di dalam usus normal kembali maka sekresi enzim tripsin akan dihambat. Mekanisme tersebut diatur oleh hormon kholesistokinin yang dihasilkan oleh mukosa usus. Adanya antitripsin dalam makanan menyebabkan penurunan jumlah tripsin bebas dalam usus. Keadaan ini menyebabkan pankreas memproduksi enzim tripsin lebih banyak dan karenanya pankreas bekerja hiperaktif sehingga terjadi pembesaran (hipertrofi).
Sebagian besar antitripsin dari tanaman dapat dirusak oleh panas sehingga secara umum nilai gizi kacang-kacangan akan meningkat jika dilakukan pemasakan. Kerusakan antitripsin oleh panas tergantung pada suhu, lama pemanasan, ukuran partikel, dan kadar air bahan yang dipanaskan. Proses pengukusan sangat efektif untuk menurunkan kadar antitripsin kacang-kacangan.
Hemaglutining
Hemaglutinin atau disebut juga Iektin adalah senyawa yang dapat menggumpalkan sel darah merah. Telah dibuktikan, hemaglutinin yang diisolasi dari kacang-kacangan bersifat toksik bila diinjeksikan pada hewan percobaan. Sensitivitas sel darah merah terhadap aglutinasi (penggumpalan) oleh hemaglutinin berbeda-beda untuk setiap hewan percobaan. Telah pula dibuktikan hemaglutinin kacang-kacangan dapat menghambat pertumbuhan hewan percobaan, menurunkan nilai
kecernaan protein, menghambat aktivitas enzim tertentu, dan mengakibatkan perubahan mikroflora pada usus. Namun, toksisitas hemaglutinin mudah dihancurkan melalui proses pemanasan pada suhu 100° C. Perendaman kacang-kacangan sebelum pemanasan juga mengurangi waktu pemanasan.
Asam Fitat
Asam fitat adalah senyawa pada kotiledon kacang-kacangan. Asam fitat mengandung sekitar 70% fosfor. Oleh karena itu, secara alami asam fitat merupakan sumber fosfor. Oleh karena senyawa tersebut sulit dicerna maka fosfor dari asam fitat tidak dapat digunakan oleh tubuh manusia. Kadar fitat dalam kacang-kacangan bervariasi, tergantung jenisnya, misalnya 0,54-1,58% pada kacang merah; 0,43% (kacang tolo); dan 1,4% (kedelai).
Asam fitat dapat mengikat unsur-unsur mineral, terutama kalsium, seng, besi, dan magnesium, serta mengurangi ketersediaannya bagi tubuh karena menjadi sangat sulit untuk dicerna. Asam fitat juga dapat bereaksi dengan protein membentuk senyawa kompleks sehingga dapat menghambat pencernaan protein oleh enzim proteolitik akibat terjadinya perubahan konformasi protein. Kompleks protein-fitat berkemampuan mengikat mineral yang lebih besar dibandingkan asam fitat bebas. Kandungan asam fitat yang tinggi (1% atau lebih) dalam makanan dapat menyebabkan defisiensi mineral, misalnya defisiensi seng (Zn) pada anak ayam, defisiensi magnesium (Mg) pada manusia, serta kekurangan kalsium (Ca) pada manusia dan hewan. Menurut beberapa peneliti, masalah gizi yang paling penting sehubungan dengan fitat adalah kemampuannya untuk menurunkan ketersediaan elemen seng.
Kemampuan asam fitat dalam mengikat ion-ion logam akan hilang bila gugus fosfatnya dihidrolisis. Asam fitat dapat dihidrolisis oleh enzim fitase menjadi inositol dan asam fosfat. Hal tersebut akan meningkatkan ketersediaan fosfor bagi tubuh dan menghilangkan kemampuan fitat untuk berikatan dengan mineral. Secara alami, enzim fitase terdapat pada jaringan tanaman dan hewan, sebagian besar kapang, dan beberapa bakteri. Karena manusia tidak mempunyai kemampuan memproduksi enzim fitase, konsumsi kacang-kacangan yang mengandung fitat tinggi harus dihindari.
Secara alami, aktivitas enzim fitase akan meningkat dengan cepat pada saat kacang-kacangan mengalami germinasi (perkecambahan). Pada kacang merah, germinasi selama 1-2 hari telah dapat menurunkan kadar asam fitat sampai ke tingkat yang tidak berbahaya bagi kesehatan.
Aktivitas enzim fitase juga akan meningkat selama proses fermentasi kacang-kacangan, misalnya dalam pembuatan tempe, oncom, kecap, dan tauco. Dalam pembuatan tempe, kapang Rhizopus oligosporus dan Rhizopus oryzae yang dihasilkan selama proses fermentasi akan memproduksi enzim fitase. Oleh karena itu, kecambah kacang-kacangan dan produk olahannya yang dibuat melalui proses fermentasi, aman dari gangguan asam fitat. Suatu penelition menunjukkan bahwa proses pembuatan oncom dari kacang merah dengan menggunakan kapang Neuspora sitophila yang difermentasi selama 72 jam mampu menurunkan kadar fitat dari 1,36% menjadi 0,70% pada oncom merah dan menjadi 0,05% pada oncom hitam. Selain dapat menurunkan kadar fitat, proses fermentasi juga dapat meningkatkan ketersediaan unsur besi bagi tubuh. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya anemia zat gizi besi, yang sampai saat ini masih merupakan masalah gizi di Indonesia.
Selain melalui proses perkecambahan dan fermentasi, kandungan asam fitat juga dapat dikurangi dengan cara pemanasan dan penggorengan terendam dengan minyak bersuhu tinggi. Karena asam fitat bersifat larut di dalam air, perendaman kacang-kacangan di dalam air dapat mengurangi kadar zat tersebut. Perendaman akan menjadi lebih efektif apabila dikombinasikan dengan suhu tinggi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa asam fitat pada kacang jogo putih dapat dihilangkan sampai 90% bila dilakukan perendaman dalam air yang bersuhu 60° C selama 10 jam.
Oligosakarida
Konsumsi oligosakarida yang berlebih dapat menyebabkan timbulnya gejala flatulensi, yaitu suatu keadaan menumpuknya gas-gas dalam lambung. Secara alami, oligosakarida banyak terdapat dalam biji-bijian (serealia) dan kacang-kacangan.
Oligosakarida terdiri dari verbaskosa, stakiosa, dan rafinosa.
Oligosakarida dari famili rafinosa, tidak dapat dicerna karena mukosa usus mamalia tidak mempunyai enzim pencernanya, yaitu oleh oligosakarida alfa-galaktosidase, sehingga oligo sakarida tersebut tidak dapat diserap oleh tubuh. Bakteri-bakteri yang
terdapat dalam saluran pencernaan (terutama pada bagian usus halus) akan memfermentasi rafinosa menghasilkan berbagai macam gas, seperti karbondioksida, hidrogen, dan sejumlah kecil metan. Gas-gas tersebutlah yang menyebabkan flatulensi.
Meskipun tidak toksik, flatulensi dapat berakibat serius. Peningkatan tekanan gas dalam rektum dapat menyebabkan tanda-tanda patologis, seperti sakit kepala, pusing, penurunan daya konsentrasi, sedikit perubahan mental, dan sedikit odema. Flatulensi juga dapat berakibat pada timbulnya dipepsi dan konstipasi usus serta diare.
Tindakan seperti perendaman kacang-kacangan dalam air, proses perkecambahan, atau fermentasi menjadi berbagai produk olahan, dapat mencegah timbulnya flatulensi yang disebabkan oleh oligosakarida. Cara lain yang dapat digunakan untuk mengurangi kadar oligosakarida adalah dengan perlakuan enzim alfa-galaktosidase yang saat ini telah berhasil diisolasi dari mikroba.
Kita Tidak Perlu Khawatir
Walaupun sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kacang-kacangan mentah dapat berakibat negatif pada hewan percobaan, hal yang sama belum tentu berlaku pada manusia. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa tripsin manusia hanya sedikit yang
dihambat aktivitasnya oleh antitripsin kedelai dibandingkan dengan enzim tripsin dari tikus, monyet, sapi, babi, dan musang.
Kepekaan hewan terhadap terjadinya hipertrofi pankreas akibat konsumsi kacang-kacangan mentah ternyata berhubungan dengan perbandingan berat pankreas dan berat tubuhnya. Pada spesies hewan di mana berat pankreasnya lebih dari 0,3% berat tubuhnya, antitripsin akan menyebabkan hipertrofi, sedangkan bila berat pankreas kurang dari 0,3% berat tubuhnya maka hipertrofi tidak terjadi. Dalam hal ini, manusia termasuk dalam golongan yang kedua.
Sepanjang perlakuan pemanasan dilakukan dengan baik dan benar, sesungguhnya tidak ada yang harus dikhawatirkan dalam mengonsumsi kacang-kacangan. Kita tidak perlu khawatir terhadap zat antigizi yang terdapat pada produk-produk makanan yang terbuat dari kacang-kacangan. Kandungan antigizi pada makanan yang berasal dari kacang-kacangan tidak berbahaya bagi manusia karena proses pengolahan (perendaman, perebusan, pengukusan, fermentasi, dan lain-lain) dapat mengakibatkan rusaknya zat antigizi tersebut.
Anda yang mempunyai hobi makan lalap (antara lain terdiri dari kacang-kacangan mentah) dapat terus mempertahankan hobi tersebut. Anda tidak perlu khawatir karena konsumsi zat antigizi yang berasal dari lalap tersebut tidak begitu besar untuk sampai menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan Anda. Namun demikian, ada baiknya apabila Anda memanaskan terlebih dahulu kacang-kacangan sebelum digunakan
sebagai lalap. Proses pemanasan tersebut tidak hanya berguna untuk mengurangi aktivitas zat antigizi yang ada pada kacang-kacangan, tetapi juga untuk memperbaiki citarasa, warna, tekstur, dan penampilannya secara keseluruhan. Proses pemanasan juga berguna untuk membunuh mikroba yang mungkin terdapat pada bahan mentah dan juga untuk merusak pestisida yang kemungkinan ada pada bahan akibat praktek bercocok tanam yang tidak tepat.

Selasa, 03 Januari 2012

Penyakit Jantung Koroner


Hindari Penyakit Jantung Koroner dengan Menerapkan Pola Hidup Sehat

Penyakit jantung merupakan penyakit penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Ada berbagai macam penyakit jantung, tetapi penyakit jantung yang umumnya ditakuti adalah jantung koroner. Penyakit jantung koroner dapat menyerang pada usia produktif dan menyebabkan serangan jantung hingga kematian mendadak.
- Mengenal Penyakit jantung
Sebagaimana anggota tubuh yang lain, jantung juga memerlukan oksigen dan zat makanan sebagai sumber energi agar dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Jantung akan bekerja baik jika pasokan dan pengeluaran seimbang. Jika pembuluh darah koroner tersumbat atau menyempit itu artinya pasokan makanan berkurang. Pasokan zat makanan ke jantung harus selalu lancar karena jantung terus bekerja tanpa henti. Bagian yang bertugas memasok oksigen dan zat makanan ini adalah pembuluh darah koroner. Jadi, penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyempitan atau tersumbatnya pembuluh darah arteri jantung yang disebut pembuluh darah koroner.
Penyebab penyakit jantung koroner adalah adanya penyempitan, penyumbatan, atau kelainan pembuluh arteri koroner. Penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah tersebut dapat menghentikan aliran darah ke otot jantung yang sering ditandai dengan rasa nyeri. Dalam kondisi yang parah, kemampuan jantung memompa darah dapat hilang. Hal ini dapat merusak sistem pengontrol irama jantung dan berakhir dengan kematian.
Penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri koroner disebabkan zat lemak (kolesterol dan trigliserida) yang semakin lama semakin banyak dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh arteri. Hal ini dapat menyebabkan aliran darah ke otot jantung menjadi berkurang ataupun berhenti, sehingga mengganggu kerja jantung sebagai pemompa darah. Efek dominan dari jantung koroner adalah kehilangan oksigen dan nutrien ke jantung karena aliran darah ke
jantung berkurang. Pembentukan plak lemak dalam arteri memengaruhi pembentukan bekuan darah yang akan mendorong terjadinya serangan jantung. Proses pembentukan plak yang menyebabkan pengerasan arteri tersebut dinamakan arteriosklerosis.
Awalnya penyakit jantung dimonopoli oleh orang tua. Namun, saat ini ada kecenderungan penyakit ini juga diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun. Hal ini bisa terjadi karena adanya pergeseran gaya hidup, kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat yang memunculkan “tren penyakit” baru yang bersifat degeneratif. Sejumlah perilaku dan gaya hidup yang ditemui pada masyarakat perkotaan antara lain mengonsumsi makanan siap saji (fast food) yang mengandung kadar lemak jenuh tinggi, kebiasaan merokok, minuman beralkohol, kerja berlebihan, kurang berolahraga, dan stres.
- Rangkaian Gejala Penyakit Jantung
Rangkaian penyebab terjadinya penyakit jantung bersifat multifaktorial. Arteriosklerosis diyakini sebagai rangkaian pertama penyebab penyakit jantung. Berikut urutan gejala terjadinya penyakit jantung.
Pembentukan Plak
Plak adalah substansi lemak dalam darah (seperti kolesterol) yang sering terbentuk di dalam dan di sekitar otot polos arteri. Akibat pembentukan plak terjadi hambatan dalam pembuluh darah yang menghalangi aliran darah. Plak arteriosklerosis dapat menutup sebagian atau seluruh rongga arteri yang terkena dan menyebabkan arteriosklerosis.
Angina
Plak dari kolesterol menyebabkan aliran darah yang kaya oksigen ke jantung menjadi terhambat sehingga otot jantung mengalami angina. Angina adalah rasa nyeri pada otot jantung yang disebabkan terjadinya penyumbatan (penyempitan) lebih dari 50% pada arteri koroner. Sinyal berupa nyeri (angina) ini akan dikeluarkan ketika terjadi serangan jantung iskemia.
Angina Pektoris
Gejala penyakit jantung koroner seperti rasa nyeri atau sesak di dada hanya dirasakan oleh sepertiga penderita. Rasa nyeri ini terasa pada dada bagian tengah, kemudian menyebar ke leher, dagu, dan lengan. Rasa nyeri tersebut akan hilang beberapa menit kemudian. Namun, gejala seperti ini sering tidak disadari oleh penderita dan sulit dibedakan apakah ini merupakan serangan jantung atau bukan. Umumnya orang merasakan hal tersebut seperti “tidak enak badan” saja. Gejala lainnya adalah rasa tercekik (angina pektoris). Kondisi seperti ini timbul secara tak terduga dan hanya timbul jika jantung dipaksa bekerja keras, misalnya fisik dipaksa bekerja keras atau mengalami tekanan emosional.
Serangan Jantung
Serangan jantung terjadi jika ada hambatan total pada arteri koroner. Serangan jantung tidak seperti angina karena berlangsung lebih lama. Rasa nyerinya lebih berat dan tidak hilang dengan istirahat ataupun obat. Serangan jantung mengakibatkan kerusakan otot jantung yang permanen.
- Faktor Risiko
Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terkena penyakit jantung koroner.
Faktor yang Tidak Dapat Diubah
Faktor risiko yang termasuk dalam faktor ini adalah jenis kelamin, usia (di atas 40 tahun), dan riwayat keluarga dengan riwayat penyakit jantung koroner.
Berikut penjelasan dari ketiga faktor risiko tersebut.
Jenis Kelamin
Pria lebih berpotensi terkena serangan jantung dibandingkan dengan wanita. Walaupun begitu, bukan berarti wanita terbebas sepenuhnya dari risiko penyakit jantung koroner. Pada usia muda, memang lebih sedikit wanita yang terkena penyakit jantung koroner. Namun, pada wanita usia 65 tahun lebih atau wanita usia menopause, besarnya risiko terserang penyakit ini sama dengan pria. Risiko lebih tinggi akan dialami pula oleh wanita berusia di atas 35 tahun yang memiliki kebiasaan merokok.
Usia
Jika usia sudah di atas 40 tahun, semua faktor risiko akan semakin meningkat.
Keturunan
Keturunan atau genetik tidak bisa diabaikan sebagai faktor risiko terkena penyakit jantung koroner. Dengan mengetahui riwayat keluarga yang lebih berisiko terkena jantung koroner akan menolong penderita lebih waspada dalam mengantisipasi terjadinya serangan.
Faktor yang Dapat Diubah
Faktor risiko yang dapat diubah atau dikendalikan, artinya kita dapat melakukan tindakan untuk mencegah terjadinya penyakit jantung koroner. Berikut faktor risiko yang dapat diubah untuk mencegah terkena penyakit jantung koroner.
Kelebihan Berat Badan (Obesitas)
Kegemukan menyebabkan beban jantung semakin berat. Selain itu, timbunan lemak dalam otot jantung dapat mengganggu efisiensi gerakan jantung.
Hipertensi
Hipertensi merupakan faktor utama terkena penyakit jantung koroner. Hipertensi dapat merusak bagian dalam pembuluh arteri, sehingga kemungkinan dapat menyebabkan pembekuan darah. Jika hal ini terjadi pada jantung, maka akan menyebabkan serangan jantung.
Diabetes Melitus
Penyakit ini memiliki peran besar sebagai pemicu terjadinya penyakit jantung dan stroke. Diabetes tipe 2 umumnya dihubungkan dengan obesitas dan dapat dicegah dengan menjaga berat badan ideal melalui olahraga dan gizi yang seimbang. Adanya penyakit diabetes juga memicu risiko terjadinya penyempitan pembuluh darah dan arteriosklerosis.
Kadar Lemak Darah (Kolesterol) Tinggi
Peningkatan kadar kolesterol dalam darah berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner. Risiko terjadinya arteriosklerosis dan serangan jantung juga dipengaruhi oleh kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat. Jika kolesterol yang tersedia lebih banyak dari yang dibutuhkan, LDL akan beredar dalam aliran darah dan akhirnya akan berakumulasi di dinding arteri. Akibatnya, akan terbentuk semacam plak yang menyebabkan dinding arteri menjadi kaku dan rongga pembuluh darah menyempit.
Merokok
Zat nikotin yang terkandung dalam rokok menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang, sehingga meningkatkan pengerasan pembuluh darah arteri dan faktor pembekuan darah. Keadaan seperti ini dapat memicu penyakit jantung dan stroke. Perokok berisiko terkena stroke dan jantung koroner dua kali lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.
Kurangnya Aktivitas Fisik
Jika tubuh kurang bergerak maka timbunan lemak lebih cepat terkumpul karena tidak terjadi pembakaran berkala dari energi yang masuk ke dalam tubuh. Karena itu, risiko terjadi obesitas semakin tinggi. Otot jantung juga tidak dapat bergerak dengan baik. Hal ini akan memperberat risiko terjadinya penyakit jantung koroner.
Stres
Stres yang terus-menerus akan memacu kerja jantung dan merangsang pembentukan adrenalin yang berpengaruh buruk pada kesehatan pembuluh jantung. Tingkat stres yang tinggi sangat membahayakan kesehatan. Menurut penelitian ahli kesehatan klinis, stres dapat memicu semburan adrenalin dan zat katekolamin yang tinggi. Akibatnya dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah jantung dan meningkatkan denyut jantung sehingga mengganggu suplai darah ke jantung.
Kepribadian seseorang juga ternyata bisa menjadi pemicu timbulnya stres. Seseorang yang selalu ingin menang pada setiap kompetisi atau persaingan, sangat agresif, lekas marah, dan bermusuhan, lebih mudah terkena stres. Akibatnya, orang tersebut juga berisiko terserang penyakit jantung koroner.
Orang yang memiliki tiga dari beberapa faktor risiko di atas memiliki peluang terserang penyakit jantung enam kali lebih besar dibandingkan dengan orang yang hanya memiliki satu faktor risiko. Faktor risiko penyakit jantung sangat berkaitan dengan diet. Bagaimana pun pengaturan gizi sangat berperan dalam menekan beberapa faktor risiko yang dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan, sehingga memberi kontribusi dalam pencegahan dan pengobatan penyakit jantung koroner.
Pencegahan
Upaya pencegahan untuk menghindari penyakit jantung dimulai dengan memperbaiki gaya hidup dan mengendalikan faktor risiko sehingga mengurangi peluang terkena penyakit tersebut. Sebagaimana kita ketahui, arteriosklerosis merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, dan penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah lainnya.
Kita dapat mencegah terjadinya arteriosklerosis dengan melakukan beberapa cara, sebagai berikut.
- Mengendalikan tekanan darah dan kadar gula darah. Hipertensi merupakan faktor utama terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke.
- Berhenti merokok dan menghindari asap rokok.
- Berolahraga secara teratur. Olahraga dapat membantu mengurangi bobot badan,
mengendalikan kadar kolesterol, dan menurunkan tekanan darah yang merupakan faktor risiko lain terkena penyakit jantung.
- Mengurangi berat badan jika Anda merasa gemuk. Dengan mengurangi berat badan,
berarti juga mengurangi beban kerja jantung.
- Menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kadar kolesterol HDL. Caranya memperbanyak konsumsi makanan yang banyak mengandung lemak tak jenuh. Kadar kolesterol harus selalu di bawah 200 mg%, LDL di bawah 150 mg%, dan HDL di atas 50 mg%.
- Mengurangi konsumsi makanan yang berlemak dan berkalori tinggi (daging merah dengan lemaknya, daging ayam dan kulitnya, gorengan, gula, serta makanan manis) untuk menjaga kadar gula, kolesterol, dan trigliserida. Selain itu, usahakan kadar trigliserida kurang dari 200 mg%, kadar gula darah puasa 120 mg%, kadar gula darah post prandial (2 jam setelah makan) tidak lebih 160 mg%.
- Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung antioksidan guna mencegah kerusakan pembuluh darah akibat radikal bebas.
- Mengonsumsi makanan yang banyak
mengandung asam folat dan vitamin B guna menurunkan kadar homosistein dalam darah.
- Mengurangi stres.
- Mengurangi minuman beralkohol. Alkohol dapat menaikan tekanan darah, memperlemah jantung, mengentalkan darah, dan menyebabkan kejang arteri
- Melakukan meditasi dan yoga.
- Jika diperlukan, minumlah obat-obat pencegah arteriosklerosis yang dianjurkan oleh dokter. Dalam mengonsumsi obat ini, lebih baik Anda mendapat pengawasan dari dokter untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Cuka Beras dan Khasiatnya


Tingkatkan Pengetahuan Anda Tentang Cuka Beras

Jadi, tahukah Anda di belahan dunia mana cuka beras menjadi populer? Apakah Anda paham perbedaan antara cuka beras asli dan cuka beras beraroma? Apakah Anda menjaga tingkat kolesterol Anda? Baca dan temukan jawaban atas pertanyaan Anda mengenai cuka beras.
Bagaimana sejarah cuka beras
Cuka beras merupakan sebuah produk sampingan sake (arak beras Jepang) dan banyak digunakan untuk membuat sushi di Jepang. Sekitar 20 tahun lalu, cuka beras diperkenalkan di pasaran Amerika.
Apa itu cuka beras beraroma?
Cuka beras beraroma merupakan cuka beras yang dicampur dengan pemanis dan garam. Cuka beras populer karna rasanya lebih manis, lembut, dan kurang asam dibandingkan cuka putih tradisional.
Apa perbedaan antara cuka beras beraroma asli (original seasoned) dan cuka beras dengan rasa tambahan (flavored seasoned)?
Keduanya diberi aroma ringan dengan gula dan garam untuk mendapatkan rasa yang halus dan lembut. Cuka beras dengan rasa tambahan dibuat dengan cara mencampurkan rerempahan khusus yang meliputi rempah Italia, lada merah, bawang putih bakar, kemangi, atau oregano. Keduanya baik sekali untuk memerciki hidangan favorit Anda, baik sebagai penguat rasa maupun sebagai bumbu masak serba guna.
Dapatkah saya memakai cuka alami atau beraroma untuk membuat acar?
Ini tidak dianjurkan, karena cuka ini sangat rendah keasamannya dan mungkin tidak sanggup mencegah tumbuhnya organisme penyebab pembusukan, sehingga mentimun Anda menjadi tidak aman atau malah membusuk. Jika Anda suka, maka Anda dapat menuangkan sedikit cuka beras beraroma pada mentimun dan menyimpan campuran ini di lemari es. Tetapi jangan lebih dari 24 jam.
Apakah cuka beras bebas lemak dan bebas kolesterol?
Ya.
Bagaimana cara menggunakan cuka beras?
Cuka beras beraroma begitu serba guna, sehingga Anda bisa menggunakannya pada hampir semua resep kegemaran Anda. Gunakan langsung pada salad, campurkan dengan minyak zaitun untuk membuat saus salad, gunakan sebagai bahan marinade atau perciki pada daging atau sayuran panggang—itu hanya beberapa contoh yang bisa Anda lakukan.
Kisah Sukses Cuka Beras
Dalam bukunya, Kuroiwa menyediakan berbagai kisah orang sungguhan yang mengungkapkan keajaiban-keajaiban cuka beras.
Kisah Jyosuke: “Baik untuk tulang yang patah”
“Bagi saya, cuka beras tampaknya baik untuk merawat tulang yang lepas dari sendinya atau retak
Berikut sebuah kasus patah tulang.
“Kakak ipar saya menelepon ke rumah setelah didiagnosis dokternya bahwa terdapat keretakan pada tulang bahunya. Dia mengeluh tidak dapat mengangkat barang ke atas pundak dan suhu badannya tinggi.
Saya lalu mendengar bahwa cuka beras sangat baik untuk kasus seperti ini. Saya putuskan untuk mengompres dia dengan cairan cuka beras. Saya gunakan sekitar 165 ml tepung gandum yang dicampur dengan semangkuk penuh cuka beras dan air. Setelah diremas rata, saya tempelkan adonan tersebut pada bagian yang sakit
Dia mengatakan merasa jauh lebih sehat dan bahunya tidak nyeri malam itu. Dia bisa tidur nyenyak berkat kompresan basah itu. Dia mendapati kain pembungkus adonan itu kering pada pagi harinya. Dia mengganti kompresannya dua atau tiga kali sesudah itu, lantas mendapati bahunya sudah jauh Iebih sehat.”
Kisah Kazuko: “Baik untuk memperlancar BAB”
Pasca-operasi bedah perut, wanita ini menderita ketidakmampuan BAB. Walau ada yang memberitahunya bahwa berpuasa bisa menyelesaikan persoalan, dia memutuskan mencoba enema (injeksi via saluran pembuangan) cuka beras.
Saya menyuntikkan enema cuka beras tiga kali sehari—pagi, siang, dan malam. Saya melakukannya setiap kali mandi. Pada hari ketiga setelah saya mencoba menyuntikkan cuka beras, saya berhasil BAB. Tiga kali sehari, setelah itu, saya minum cuka beras, masing-masing segelas penuh. Saya menuangkan empat atau lima mangkuk teh cuka beras ke dalam bak mandi dan mandi tiga kali sehari. Setelah itu, saya tidak pernah lagi mengalami gangguan BAB.”
Kisah Shizue: “Baik untuk Rhinitis”
“Saya dengar cuka beras baik untuk rhinitis (radang selaput hidung) dan saya pikir saya harus mencobanya. Pertama, saya mencampurkan satu sendok makan cuka di dalam alat pembersih dan membersihkan hidung dengannya. Saya melakukannya dua kali atau menggunakan 10 cc cuka beras.
Saya ulangi ini selama tiga bulan. Mukosa pada hidung saya mulai menghilang. Pada saat yang sama, saya merasa sangat bugar setelah membersihkan hidung. Sebelumnya, jika saya tidak membersihkan hidung saya selama seminggu, maka saya akan mengalami kesulitan karena hidung saya tertutup. Kini hidung saya tidak lagi mengalami pembengkakan, walaupun saya tidak membersihkan hidung saya.
Sudah setahun berlalu sejak saya mulai memakai cuka. Saya membersihkan hidung setidaknya sekali seminggu. Saya merasa sangat sehat dan rasanya saya akhirnya berhasil menyembuhkan hidung saya. Sebagai informasi, saya rasa jumlah cuka beras yang saya gunakan untuk membersihkan hidung sudah tepat buat saya.
Petunjuk Kesehatan yang Patut Diingat
- Cuka beras yang kaya asam amino membantu Anda menyeimbangkan pH tubuh.
- Cuka beras dapat membantu menyembuhkan nyeri, pembengkakan, (dan memperlancar BAB.
- Cuka beras merupakan bumbu masak yang baik dicampur dengan rempah-rempah pada makanan padat gizi.
- Para pengguna cuka beras yakin dengan khasiatnya.

Senin, 02 Januari 2012

The blood of 0 is very sensitive To Antibiotics


The weakness of the common blood 0

-Difficult to accept the new environment and food,
-Immune system react excessively resulted in the destruction of oneself (autoimmune).
High-risk disease for those whose blood 0 , among others.
Blood Clotting Disorders
Shortage of blood clotting factors causing their blood 0 more diluted due to factors such as blood frozen blood ristositas is very low. The advantage is no deposition of blood on the walls of blood vessels, but it is difficult in the process of blood clotting, such as in people with varicose veins. In addition, their blood type 0 is very risky to use medications containing Aspirin and antibiotics such as Erythromycin, and contains new macrolicis such as Azithromycin because it can lead to bleeding.
Inflammation
The inflammation that occurs on their blood type 0, especially is osteo arthritis (OA), arthritis Rheumatoid arthritis (RA), and uric acid. Causes of osteo arthritis (mostly the old-timers) is estimated to be due to autoimmune immune system of the blood type 0 is not tolerant of the environment and a number of specific foods lektinnya levels (protein can WAD cells a particular blood type) causes inflammation of the joints.
Uric Acid
Uric acid metabolism disorders occur because the proteins in the blood that causes purin excess disposal purin crystals in the joints. Excess disposal can also invade other organs such as kidneys, heart valves, and eyes. On the occurrence of renal uric acid crystals cause the formation of kidney stones.
Uric acid is usually occurs in men and women after entering menopause, as a result of decreased hormone estrogen. One-third of them usually will also suffer from arthritis vein. Has found evidence that race that many suffered from Gout is the Maori tribes in New Zealand and the Philippines, which turns out to have a blood 0 is dominant.
Production Of Low Thyroid
They are blood group 0 tend to have unstable thyroid metabolism due to deficiency of iodine. This causes many side effects, such as weight gain, fluid retention, and easily exhausted. iodine is the only mineral which produce thyroid hormones. Although iodine supplementation is not recommended, the amount of iodine in small quantities to be found in their diet that blood type 0.
Tukak (Cuts) Of The Stomach
Tukak stomach occurs in gastric intestinal tract connecting to the RADIUS 12 distal stomach is 1-2 cm in length and
It is a narrow channel that serves as the opening and ending themes to channel food from the stomach into the intestines 12 fingers. As known incidence of gastric tukak caused by the inefficient provision of factors that can damage (HCL-pepsin) by a factor of gastric mucosa and power resistant colon 12 fingers. They are blood group 0 this disease stricken are vulnerable because of the acidic side is higher compared to those of another blood type.
Allergy
They are blood group 0 is very sensitive to antibiotics penicilin, similarly to the sulfa as co-trimoxazole can irritate the skin. In general people argued that the allergy occurs because the pengonsumsian certain foods, but it actually happened is allergic arising from gastrointestinal tract are not tolerant of lektin food. Allergic reactions to food can occur through the immune system, i.e. the formation of antibodies against a particular food. Reaction fast and strong, with swelling and cramping, or other symptoms that indicate the body refused to poison food.
Thus, the lektinlah to be dreaded because it affects the immune system. Lectin in food, mainly wheat interact with immunoglobulin-E antibodies present in blood. These antibodies stimulate basophil, so not only issued the antihistamines, but also kinins, that resulted in an adverse effect on cervical tissues and cause minimal shrinkage in the lung. Therefore, they are blood group 1 invalids asthma should write off the wheat from the menu.

Vitamin A Kunci Utama Kesehatan Mata


Asupan Vitamin A Yang Dibutuhkan Oleh Mata

Menjaga Kesehatan Mata
Vitamin A adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan mata. Memiliki kecukupan vitamin A membantu transmisi sinyal cahaya di dalam sel-sel retina. Salah satu sumber vitamin A adalah sayuran yang memiliki warna orange seperti baby wortel, juga buah aprikot.
Memperbaiki Proses Penglihatan
Bila memiliki masalah dengan penglihatan, cobalah konsumsi minyak wijen atau sesame oil. Menurut hasil penelitian, minyak wijen memiliki kandungan asam lemak tak jenuh seperti omega-3 dan omega-9 yang tinggi sehingga mampu membantu memperbaiki proses penglihatan.
Menjaga Kesehatan Fungsi Penglihatan
Mata memiliki fungsi yang sangat luar biasa sehingga perlu dijaga kesehatannya. Cara menjaga kesehatan mata dapat dilakukan dengan mengonsumsi asupan yang dibutuhkan mata seperti vitamin A, menggunakan sunglasses saat matahari terik, memeriksakan mata secara rutin, dan mengonsumsi suplemen zinc untuk membantu dalam mengatasi masalah mata pada usia lanjut.
Mencegah Mengendurnya Elastisitas Mata
Elastisitas lensa akan mengendur seiring dengan bertambahnya usia. Menginjak usia 40 tahun, lensa mata akan mengendur dan otot yang menopang mata juga akan melemah. Makan sayuran dan daun-daunan yang berwarna hijau sejak usia dini adalah salah satu upaya rnencegahnya.
Melindungi Penglihatan
Banyak-banyaklah konsumsi jagung, tomat, wortel, dan bayam. Sayuran tersebut mengandung Vitamin A dan nutrien yang berkhasiat mencegah kerusakan radikal-radikal bebas yang menyebabkan masalah pada lensa mata, saraf optik, saluran optik. Selain itu, bahan makanan tersebut berperan penting dalam melindungi retina dari efek merusak yang ditimbulkan oleh cahaya.
Pakchoy Mencegah Katarak
Tiga cara menjaga mata Anda agar tak terserang penyakit katarak. (1) Minumlah vitamin C 1.000 mg setiap hari. (2) Pakailah kacamata tabir surya bila di luar ruangan. (3) Makanlah pakchoy. Di balik rasanya yang manis dan renyah, pakchoy memiliki kekuatan antivirus dan antibakteri serta kandungan betakatotin yang tinggi sehingga dapat mencegah penyakit katarak. Mengonsumsi semangkuk pakchoy sama dengan telah memenuhi kebutuhan betakarotin tubuh sehari.

Minggu, 01 Januari 2012

Jantung Sehat


Nutrisi Untuk Jantung Sehat

Essential Fatty Acids
• Asam lemak yang sangat baik untuk kesehatan ini bisa didapatkan dari ikan-ikan gemuk, seperti salmon, makerel, sarden, dan tuna. Asam lemak ini juga sangat baik untuk kesehatan jantung karena mengandung asam lemak tak jenuh dan Omega-3 yang dapat melindungi kerusakan pembuluh darah, meningkatkan imunitas, dan menekan tingkat kolesterol jahat dalam darah. Selain itu, berbagai jenis kacang. khususnya walnut, juga mengandung Omega-3 dan protein yang cukup tinggi.
Zat Besi
• Karena memproduksi darah merah, zat besi memiliki peran penting sehubungan dengan fungsi darah sebagai, pengangkut oksigen. Selain itu, zat besi yang juga dikenal sebagai pencegah anemia ini dapat meningkatkan fungsi imunitas serta kekebalan tubuh. Bagi para wanita, tingkatkan konsumsi zat besi khususnya di saat hamil atau menjelang menstruasi. Bagi para pria, tingkatkan konsumsi zat besi di saat aktivitas meningkat, saat terjadi perdarahan akibat benturan, atau saat mengalami cedera ketika berolahraga.
• Zat besi bisa diperoleh dari berbagai sumber, seperti bayam, daging sapi, kacang, asparagus, kuning telur, ikan, gandum, kismis, dan seafood. Konsumsi makanan yang mengandung zat besi dengan makanan yang kaya akan vitamin C. yang dapat mempercepat penyerapannya. Namun, hindari mengkonsumsinya bersama teh atau makanan bermineral tinggi yang dapat menghambat proses penyerapannya.
Vitamin B12
• Vitamin B12 atau kobalamin juga andil dalam pembentukan sel darah merah. Selain itu, kobalamin juga berperan dalam sintesis DNA dan kesehatan sistem saraf. Karena kobalamin cenderung terdapat pada makanan hewani seperti daging-dagingan, unggas, ikan, dan seafood, para vegetarian bisa mendapatkannya dari suplemen minyak ikan, telur, dan produk susu.
Lycopene
• Pigmen tumbuhan berwarna merah ini merupakan antioksidan yang sangat kuat, yang dapat mencegah kerusakan sel dan melindungi jantung. Sebagai antioksidan, lycopene sama kuatnya dengan betakarotena. Lycopene sendiri dapat diperoleh dari sumber makanan berwarna marah, seperti tomat, paprika, bit, anggur, bayam merah, dan berbagai jenis sayuran dan buah lainnya.
Serat Larut (Viscous Fiber)
• Serat berfungsi menghalangi penyerapan lemak ke dalam darah dan mengikat lemak tersebut agar dapat dibuang dalam sistem pencernaan. Sumber makanan yang kaya akan serat larut adalah kacang-kacangan, lentil, jagung, oat, dan buah-buahan.
Potasium
• Mineral yang berfungsi terbalik dengan sodium ini merupakan jenis mineral yang sangat diperlukan agar jantung dapat berfungsi dengan baik. Tidak seperti sodium, potasium justru menekan tekanan darah tinggi dan menjaga sistem cairan tubuh dengan menarik air yang berlebihan di bawah kulit untuk disalurkan ke otot dan organ-organ penting. Potasium dapat membantu otot jantung lebih relaks dan bersama mineral fosfor menyalurkan oksigen ke otak dan jantung. Sumber potasium adalah buah-buahan, ubi, kentang, talas, kacang-kacangan, gandum, avokad, dan berbagai jenis kacang.
Isoflavone
• Isoflavone dapat mencegah penyebaran sel kanker di jantung dan payudara. Hormon estrogen yang terdapat pada tanaman ini bisa didapatkan dari kacang kedelai dan berbagai jenis produk olahannya. Selain mengandung isoflavone, kacang kedelai juga banyak mengandung nutrisi lain yang juga berguna bagi kesehatan jantung, misalnya phytosterol yang dapat mencegah penyerapan kolesterol dan meningkatkan imunitas, lecithin yang dapat menurunkan total kolesterol dan meningkatkan fungsi choline dalam organ hati, dan serat tak larut sangat tinggi yang dapat menekan tingkat kolesterol darah dan trigliserida. Jadi, konsumsilah berbagai produk kacang kedelai dalam pola makan sehari-hari, baik dalam bentuk tahu, susu, bubur, maupun tempe.
Magnesium
• Mineral yang erat kaitannya dengan konversi tenaga ini sangat diperlukan bagi kontraksi otot serta denyut jantung yang relaks dan stabil. Magnesium juga membantu penyerapan vitamin C, E, dan B. Sumber terbaik magnesium adalah bubuk cocoa, rempah dill, wijen, kacang, kacang kedelai, dan selai kacang.

Rabu, 28 Desember 2011

Kenali Plastik Sebelum Makan

Menenteng rantang membeli bakso atau soto itu zaman dulu alias jadul. Dianggap kuno. Kini rantang telah berganti plastik atau material lain yang serba simpel dan murah. Selesai persoalan. Sesederhana itukah?

Kelebihan plastik yang ringan, simpel, trendi, dan fleksibel begitu menarik perhatian konsumen. Barangkali itulah salah satu alasan kenapa rantang dan barang pecah belah ditinggalkan.

Pada banyak gerai makanan dan minuman cepat saji, misalnya, hampir semua seperti kompak mengganti barang pecah belah dengan bahan plastik untuk penyajiannya. Lagi-lagi, soal serba simpel, ringan, dan tak mudah pecah pertimbangannya.

Barangkali, mewakili semangat zaman modern yang serba cepat. Ringkas.

Dari beberapa material berbahan dasar plastik, yang marak digunakan sebagai pengemas adalah styrofoam. Bahan yang satu ini bisa dibentuk apa saja, sesuai kemauan dan kebutuhan.

Tak heran apabila mulai dari rumah tangga hingga produsen alat-alat berat memanfaatkannya. Ringan, baik harga maupun beratnya.

Styrofoam merupakan salah satu jenis plastik. Styrofoam terbuat dari polystyrene yang dicampur bahan khusus (blowing agent).

Polystyrene sendiri merupakan jenis plastik yang dihasilkan dari proses polimerisasi styrene monomer. Styrene monomer itulah yang selama bertahun-tahun menyita perhatian banyak kalangan, dari konsumen hingga peneliti.
Ketika digunakan sebagai pengemas makanan, pada suhu tinggi (panas) dan lemak bahan kimia monomer dapat bermigrasi ke dalam makanan dan berisiko bagi kesehatan. Terakumulasi di dalam tubuh, dalam jumlah besar membahayakan kesehatan konsumen.

”Kenyataannya, kalaupun terjadi migrasi monomer, jumlahnya teramat sedikit dan tidak berbahaya,” kata Kepala Bidang Polimer Rekayasa Pusat Teknologi Material Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Ismariny. Styrofoam memiliki titik lunak 102 derajat-106 derajat celsius.

Ismariny punya penjelasan. Styrene monomer pembentuk styrofoam ukurannya teramat kecil (dalam part per million/ppm). Kalau kemudian terlepas karena tidak terbentuk sempurna, ukurannya jadi lebih kecil lagi.

Kalaupun ada migrasi, wujudnya yang umumnya berbentuk gas sulit berbaur di dalam air. Monomer gas akan merambat ke permukaan air lalu terurai di udara (tentu tidak kelihatan dengan mata telanjang).
Namun, ada juga monomer berbentuk cair, seperti polycarbonate dan formalin. Ini yang lebih berbahaya.
plastik
Waspadai akumulasi

Sebenarnya, soal akumulasi penting dipahami konsumen. Bagaimanapun kandungan monomer tetaplah bahan kimia yang berbahaya.

Oleh karena itu, ada ketentuan baku yang ditetapkan pemerintah di seluruh dunia untuk melindungi warganya. Di Indonesia, pengaturan baku tersebut juga sudah dilakukan meskipun baru sekitar tiga tahun lalu.

Kepala Laboratorium Polimer Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Agus Haryono menyebutkan, sebagian besar plastik terbuat dari bahan kimia yang pada dasarnya berbahaya bagi kesehatan. Apalagi, bila peruntukan plastik dan produk turunannya tidak sesuai.

Pada binatang percobaan akumulasi zat-zat aditif yang bermigrasi dari plastik ke dalam makanan menyebabkan kanker, perubahan hormon, dan kelahiran baru berkelamin ganda (hermafrodit). ”Pada manusia bisa menyebabkan keguguran. Tapi, itu kalau akumulasi dalam jumlah besar,” kata Agus.

Gunakan semestinya

Ada beberapa cara menghindari bahaya kemasan plastik pada kesehatan manusia. Prinsipnya, gunakan produk plastik yang terdaftar sesuai peruntukannya.

”Perhatikan suhu dan lemak atau minyak ketika menggunakan plastik. Hindari memasukkan makanan panas dalam plastik atau styrofoam,” kata pakar teknologi pangan dan gizi Institut Pertanian Bogor, Made Astawan.

Menurut Ismariny, meskipun penggunaan plastik dan styrofoam dalam standar baku sudah aman bagi kesehatan, lebih baik menghindari mengemas makanan/minuman dengan suhu lebih dari 60 derajat celsius. ”Kalau hanya untuk mengemas makanan atau minuman dingin dalam suhu ruang, tidak ada masalah. Aman,” kata dia.

Sayangnya, dalam keseharian, plastik (termasuk plastik kresek), masih digunakan untuk membungkus gorengan, bakso, dan soto panas. Bahkan, masih sering dijumpai ember plastik untuk menampung sayur panas dalam volume besar. ”Itu contoh penggunaan yang tak sesuai peruntukannya,” kata Agus.

Produk plastik memang simpel dan murah, tetapi dampaknya tidak sesederhana penggunaannya. Lebih baik mencegah sebelum terlambat.

Kamis, 22 Desember 2011

Manfaat Apel Mengatasi Aneka Penyakit


Khasiat dan Manfaat Buah Apel

Manfaat apel sebenarnya sudah dikenal sejak zaman Romawi. Ketika itu, apel diyakini mampu memperlancar perncernaan. Pasalnya, buah apel mengandung asam tartar yang bisa menghambat pertumbuhan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dalam saluran pencernaan.
Selain itu, apel juga mempunyai banyak khasiat dan manfaat, terutama kandungan zat-zatnya yang bisa mencegah dan mengobati berbagai penyakit. Di Indonesia, beredar berbagai jenis apel mulai dari apel lokal hingga apel impor. Dari sekian banyak apel yang beredar di pasaran, hanya ada satu jenis apel yang diyakini memiliki khasiat lengkap, yaitu apel Romebeauty. Berikut ini beberapa khasiat dan manfaat apel dalam mencegah berbagai penyakit di dalam tubuh.
- Mengurangi Risiko Terkena Penyakit Jantung
Penyakit jantung adalah penyakit yang mengganggu sistem pembuluh darah, lebih tepatnya menyerang jantung dan urat-urat darah. Seseorang yang terkena serangan ini akan mengalami shock jantung dan mengakibatkan berhentinya aliran darah. Bahkan, jika tidak segera tertolong bisa berakibat kematian.
Sebuah penelitian mengungkapkan, dengan mengonsumsi buah apel setiap hari mampu mengurangi risiko terkena serangan jantung. Pembuktian ini telah dilakukan para peneliti yang mengevaluasi data dari 10 Prospective Cohort Studies di Amerika dan Eropa yang melibatkan 91.058 laki-laki dan 245.186 perempuan. Pengujian terfokus pada pengukuran jumlah serat yang dikonsumsi oleh para peserta uji coba selama kurun waktu 6-10 tahun.
Hasilnya, sembilan dari 10 hasil uji tersebut menunjukkan, risiko terkena serangan jantung koroner bisa dicegah dengan sering mengonsumsi serat kasar. Intinya, dengan mengonsumsi 10 gram serat kasar per hari, mampu menurunkan risiko terkena serangan jantung koroner hingga 14 persen, dan risiko kematian akibat serangan jantung menurun menjadi 27 persen.
Selain itu, untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung, usahakan menghindari makanan berlemak dan berminyak, minuman beralkohol, dan kebiasaan merokok. Namun, perbanyaklah minum jus ape!, jus wortel, jus tomat, dan lalapan daun sambung nyawa dan daun dewa.
- Mencegah dan Mengatasi Kanker
Sebuah studi yang dilakukan di Hawaii menemukan apel dan bawang putih berperan besar dalam mengurangi risiko terkena kanker paru bagi laki-laki dan perempuan. Pasalnya, apel dan bawang putih mengandung kadar flavonoid yang tinggi, terutama quercetin dan quercetin conjugates.
Pada penelitian selanjutnya yang melibatkan 10.000 laki-laki dan perempuan berusia lebih dari 24 tahun menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara sering mengonsumsi flavonoid dan berkurangnya risiko terkena kanker paru. Pada sampel populasi tersebut diketahui apel dan bawang putih bersama-sama menyediakan 64% total flavonoid. Dengan demikian, berkurangnya risiko terkena kanker paru-paru berkaitan dengan meningkatnya zat flavonoid di dalam tubuh. (Nutrition Journal 2004)
Selain itu, Direktur Riset Institut Nasional Prancis untuk Kesehatan dan Penelitian Medis Stasbourgh, dr. Francis Raul, Ph.D menyatakan, dengan mengonsumsi apel setiap hari ternyata bisa mengurangi risiko pertumbuhan kanker usus. Dokter Raul mengungkapkan, procyanidins atau sejenis zat tumbuh tanaman, banyak ditemukan pada buah apel dengan konsentrasi yang cukup tinggi.
Zat procyanidins ini sangat efektif untuk melawan kanker usus besar. Pasalnya, zat tersebut mampu menghentikan pembentukan jaringan sel kanker baru dan memberikan perintah kepada sel kanker untuk bunuh diri. Dalam dunia medis, istilah ini dikenal dengan apoptosis. Sampai saat ini, fokus penelitian dr. Raul terhadap procyanidins masih berkisar pada aktivitas zat tersebut dalam mencegah kanker usus. Selanjutnya zat tersebut diharapkan mampu menyembuhkan kanker usus.
- Menurunkan Risiko Terkena Stroke
Stroke atau apopleksia serebri merupakan penyakit yang cukup ditakuti banyak orang. Penyebabnya adalah terganggunya peredaran darah ke otak yang menyebabkan tidak berfungsinya organ atau bagian tubuh tertentu, sehingga berakibat kelumpuhan. Berdasarkan faktor penyebabnya stroke terbagi menjadi dua, yaitu stroke hemoragik dan stroke iskemik.
Stroke hemoragik terjadi jika ada pembuluh darah di dalam otak yang bocor atau pecah. Sementara itu, stroke iskemik terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah akibat menumpuknya plak di dalam alteri. Kedua jenis stroke ini pada akhirnya menyebabkan kerusakan tubuh, karena jaringan di otak tidak cukup mendapat pasokan darah yang kaya oksigen.
Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling sering terjadi, dengan persentase 70-80% dari semua kejadian stroke. Stroke iskemik mengincar bagian otak yang disebut dengan serebrum, yaitu bagian yang mengatur gerakan tubuh, Bahasa, dan rasa. Plak ini membuat permukaan dalam arteri menjadi kasar sehingga terjadi pusaran aliran darah di sekitar plak yang merangsang terjadinya pembentukan gumpalan darah. Lebih dan separuh stroke iskemik disebabkan oleh gumpalan darah yang lokasinya menetap (trombotik) dan terbentuk di dalam arteri-arteri antara jantung dan otak.
Sebuah jurnal Clinical Nutrition di Eropa, pada edisi Mei tahun 2000 lalu pernah menuliskan, laki-laki dan perempuan yang makan satu apel setiap harinya berisiko lebih rendah terkena stroke daripada mereka yang jarang mengonsumsi apel. Mereka menyatakan, penelitian yang pernah dilakukan terhadap lebih dari 9000 orang sehat, baik pria maupun wanita yang berusia di atas 15 tahun menunjukan, pria yang makan lebih dari 54 gram apel per hari dan wanita yang makan lebih dari 71 gram per hari berisiko lebih rendah terkena stroke dibandingkan dengan mereka yang sedikit makan apel.
Pencegahan terhadap stroke ini dilakukan oleh kandungan asam fenolik yang terdapat dalam apel yang berfungsi memperlancar peredaran darah ke otak. Asam fenolik inilah yang bertugas menghilangkan radikal bebas dalam darah dan menghindari penyumbatan dalam pembuluh darah.
Meskipun belum diketahui secara pasti, tapi faktor gaya hidup sehat seperti diet yang baik, rutin berolahraga, ditambah dengan kebiasaan memakan buah dan sayuran, dapat mencegah timbulnya penyakit peredaran darah, termasuk terkena stroke.
- Menetralkan Tekanan Darah dan Kolesterol
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan sebuah kondisi medis yang diakibatkan tekanan darah dalam arteri meningkat secara kronik. Jika tidak diobati, hipertensi bisa menyebabkan serangan jantung, gagal jantung, arterial aneurysm, gagal ginjal kronik, dan stroke. Hipertensi biasanya terjadi jika tekanan darah 140/90 mmHg ke atas, jauh dari keadaan darah normal yang berukuran kurang dari 120/80 mmHg.
Sementara itu, kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang diperlukan oleh tubuh untuk membentuk dinding sel-sel dalam tubuh. Kolesterol juga merupakan bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid. Namun, jika dikonsumsi berlebihan bisa menimbulkan penyempitan atau pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis). Kondisi ini merupakan cikal bakal terjadinya penyakit jantung dan stroke. Umumnya, peningkatan kadar kolesterol disebabkan pola makan yang tidak sehat, terutama jika sering mengonsumsi lemak hewani.
Namun, penyakit ini bisa dicegah dengan sering mengonsumsi apel. Beberapa zat gizi yang terdapat pada apel seperti kalium, pektin, dan selulosa, mampu mengatasi berbagai penyakit. Kalium merupakan mineral yang berfungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat gizi ke sel-sel, mengendalikan keseimbangan cairan dalam jaringan dan sel tubuh, serta membantu mengatur tekanan darah.
Pektin juga dikenal sebagai anti kolesterol, karena dapat mengikat asam empedu yang merupakan hasil akhir metabolisme kolesterol. Makin banyak asam empedu yang terikat pektin dan terbuang ke luar tubuh, makin banyak pula kolesterol yang dimetabolisme, sehingga kolesterol dapat menurun jumlahnya. Selain itu, indikator kecepatan peningkatan gula darah (indeks glikemik) yang dimiliki apel juga terbilang sangat rendah. Ini berarti, kadar gula yang terdapat pada apel tidak akan memacu naiknya gula darah. Karena itu, dengan mengonsumsi apel secara teratur dapat menjaga keseimbangan gula darah serta menurunkan tekanan dan kolesterol darah.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas California di San Diego, Amerika Serikat menunjukkan, satu porsi buah yang banyak mengandung kalium dalam sehari mampu menurunkan risiko terkena stroke hingga 40%. Riset tersebut diterapkan pada sekitar 800 laki-laki dan perempuan yang berumur lebih dari 50 tahun. Ternyata, mengonsumsi kalium berkonsentrasi tinggi yang terdapat dalam makanan bisa mengurangi tekanan darah, sehingga peluang terjadinya stroke menurun.
Karena itu, kita sangat dianjurkan banyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan seperti buah apel, jeruk, belimbing, wortel, seledri, kemangi, belimbing wuluh, dan mentimun, serta mengurangi makanan berlemak untuk mengurangi risiko terkena penyakit gangguan darah dan kolesterol.